• Abhiseka Raja Majapahit abad-21 dalam acara penyatuan Jawa-Bali simbol Nusantara
  • Mahkota Majapahit dikembalikan Dunia, Way Cing Lee mewakili leluhur Predana Majapahit menyematkan pada Sang Nata yang berhak, peristiwa abad-21 di Keraton Ibu Majapahit Brahmaraja XI
  • Mengurusi Keluarga Besar Majapahit Nusantara dan ketua-9 atas Amanat dari sesepuh
  • Mahkota Brahma disematkan oleh peladen bangsa dari Istana Mangkunegaran untuk terus menciptakan perubahan jaman sesuai ramalan leluhur
  • Hubungan dengan Pura Mangkunegaran terjalin baik bahkan menerima pucuk tumpeng Istimewa dari KGPAA Mangkunegaran IX disaksikan seluruh kawula dan FKSN
  • Tanpa surat sedawir disaksikan semuanya di Trowulan, inilah kebangkitan Majapahit sesuai Ramalan dalam hal melaksanakan PANCASILA dan menjunjung keberagaman
  • Pusat Informasi Majapahit masa kini Jimbaran yang bisa dilihat nyata karyanya bukan dongeng
English Japanese Chinese Simplified Russian Arabic German Italian Dutch
Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Monday, July 12, 2010

PERANG PALESTINA ISRAEL

Berita TV tiap hari menyiarkan Tentang Relawan Indonesia yang di Tawan Israel dan dipulangkan, Menghiasi hampir tiap jam Berita negeri ini, Serta Demo membela Palestina dan mengutuk Israel, Sebuah Pemandangan yang Unik, dimana Indonesia sendiri Rakyat nya lebih kurang sama dengan Palestina, Dimana Penggusuran, Bencana, Kemelaratan sampai banyak Bayi kurang gizi bahkan di telantarkan Orang Tuanya dll, Yang Mana Orang justru tidak memikirkan Bangsa nya tapi lebih memikirkan Bangsa lain yang masih Keluarga Ibrahim dan tidak ada sangkut pautnya dengan Indonesia yang Trah Mongoloid. Bilamana Suatu keluarga ribut sebaiknya kita jangan ikut memihak salah satu, nanti bilamana mereka rukun kembali kan kita malu sendiri. kalau bisa kita merukunkan sesuai Adat kita yaitu Pancasila simbul Persatuan Dunia, Tapi apa dikata kita sudah Jadi Negara Islam jadi Demi Islam kita harus mengorbankan Bangsa sendiri yang lagi terpuruk untuk Gagah Gagahan sok membela Negara lain.Demi se Iman dan se Agama.


Koran hari inipun Memberitakan Indonesia ketinggalan dengan China 50 tahun, Inilah Akibat 1965-1966 di Tumpas nya Bung Karno Pendiri Negeri ini, Penggali Pancasila yang di Perdebatkan hari Lahirnya 1 juni yang lalu, Kita mundur sebentar melihat 1964 dimana Kejayaan Indonesia Bung Karno sangat akrab dengan China bahkan Foto nya bersama Mao Tje Tung Perdana mentri China menghiasi Majalah dan Koran waktu itu, Bung Karno membuat Poros jakarta-Peking-Pyong Yang, Menggagas The New Emerging Forces untuk Menyatukan Asia Afrika dan Amerika Latin, Waktu itu kita sederajat dengan China  dan sama sama memulai Start menuju kebesaran Negara yang menjadi Mercu Suar du Dunia, lha Sayangnya keburu di Tumpas oleh Islam hingga Jutaan pengikut Bung Karno pun dihabiskan dengan cap China komunis, Sekolah dan Tulisan China dilarang, juga Ajaran Bung Karno. seperti Marhaenisme dan Sukarnoisme bahkan nama Bung Karno mau dihapus dari Sejarah Islam.


China jalan terus, kita jadi Negara Islam terbesar di Dunia dengan menghancurkan selain Islam, TV setiap hari menyiarkan bukan memajukan Negara tapi menghancurkan Aliran sesat, Bangsa ini sibuk dengan Undang Undang / PNPS 1965 menumpas bangsa sendiri, Hingga tidak mengurusi Negara yang bebas aktif Zaman Bung Karno, Sibuk ngurus Agama Islam sampai ingin berjuang Perang dengan Israel ke Palestina dan masuk Pusaran Perang Saudara Zaman Samson dan Delilah padahal kini sudah Zaman Google dan maju, malah kita mndur ke Zaman Jahilliyah, Dan China yang di cap Islam Komunis tidak ber Tuhan menyalip pesat hingga kita ketinggalan 50 tahun, Padahal dulu Start nya bareng dan kita lebih maju, Kita punya Minyak, Gas Alam, Besi, Mas, Perak, Tembaga dll, Negara kita yang Besar serta Strategis di Dunia, Tapi kini jadi Negara Terpuruk Export nya Budak, Korupsi merajalela sampai ada Orang teriak "Aku Bangga jadi Anak PKI" ketika ditanya kenapa Bangga dijawab "Tunjukkan Mentri PKI yang Korupsi di Era Bung Karno" tak ada yang bisa menjawab bahkan Tepuk Tangan Para Mahasiswa dan Penduduk Negeri ini melihat si Anak PKI yang kini jadi Anggota Dewan Perwakilan rakyat Pusat negeri ini.


Inilah keanehan Negeri yang menurut Versi Metro TV disebut Negeri BEDEBAH sejak Islam menguasai Negeri ini, Sandiwara baik bidang Hukum, Agama, Ekonomi, Pajak dan apapun menggila, Orang selalu bersumpah menyebut Demi Allah tapi bertentangan dengan prakteknya, Agama dibesarkan tapi Kekerasan gambarannya Dan kini kita lihat lagi Betapa Munafiq nya Bangsa ini, tidak berkaca pada diri sendiri, sok Hebat padahal jadi bahan tertawaan Dunia, kata nya Pancasila tapi bertentangan dengan Pancasila, Ya inilah Indonesia yang Dahulu pernah menjadi Negara Nasional Pertama di Dunia Zaman majapahit kini jadi Negara Biadab Jahilliyah Arab 1000 tahun yang lalu, hingga Koran mengatakan ketinggalan dengan China 50 tahun, Bahkan dulu pernah koran juga menulis kita ketinggalan dengan Jepang 800 tahun, Padahal Jepang 1945 di BOM ATOM, kita Merdeka lha dalam kurun waktu tak lama kita malah ketinggalan, inilah sebab 1965-1966 Jutaan Orang di Tumpas Islam dan Bung Karno yang Hebat di Jatuhkan dan kita sekarag sibuk Menumpas Kafir dan Sesat serta Haram, mengawasi Turunan Orang Briliant dengan cap "Bahaya laten PKI'" dan Perpecahan yang di Dengungkan saling menyesat kan hingga Bangsa ini jadi Tolol dan Dungu. 


[Team Pengamat Politik Universitas Marhaen yang didirikan Bung Karno 1963]




Telusuri Selengkapnya...


Wednesday, March 24, 2010

PATUNG ITU FOTO LELUHUR

  


Suatu kejadian peristiwa yang terjadi di Trowulan sebagai pusat Kerajaan Majapahit yang akhirnya dikenal sebagai kawitan Pusat leluhur Majapahit yang adat dan budayanya lestari di Bali  (BIARPUN DIKLAIM HINDU YANG MUNCUL DAN BARU DI SAHKAN TAHUN 1961 ini terbukti didalam lontar-lontar  serta kitab-kitab masa Majapahit dan sebelumnya tidak ditemukannya istilah Hindu ataupun yang berbau Hindu India)  jadi oleh para sentananya baik yang masih memegang adat dan budaya leluhur sesuai dengan bunyi lontar "SIRA MPU KUTURAN INGARAN MPU RAJAKRETHA MAHYUNTA ANGGAWE PARAHYANGAN SANE KAGAWA WIT MAJAPAHIT KAUNGGAHAN RING BALI KABEH" Jadi untuk adat Majapahit dan pemahaman tentang adat dan budaya Majapahit bisa dilihat di Bali  prakteknya dan masyarakat Jawa yang keJawan atau Kejawen yang melaksanakan adat-adat dan mempraktekan budaya Majapahit (didalam kitab Negarakertagama belum dikenal istilah Hindu  yang baru diberi label/titel agama pada tahun 1961 tapi Majapahit Kasyaiwan dan Kasogatan atau dikenal Siwa Buda ritual keleluhur) tetapi untuk lebih mendetail penjelasan dari PUSAT INFORMASI MAJAPAHIT TROWULAN di Pura Majapahit Trowulan utara Kolam segaran Jl. Brawijaya Dara Jingga 13-16 tembus Sabda Palon no 06 yang memberikan kasunyatan pada kawula diseluruh Nusantara terutama kawula di Trowulan, bahwa PURA MAJAPAHIT TROWULAN itu melestarikan adat dan budaya leluhur Majapahit bukan agama yang dimport semua. Bahkan untuk di Trowulan sebagian besar masyarakatnya tidak mengerti dan menghargai adat dan budaya leluhur Majapahit. Seperti kasus di desa Temon hanya karena provokasi sang ketua yang mengerti adat dan budaya akhirnya membawa massa menjadi bodoh (Jahilliyah) dan masyarakat Trowulan tidak mengerti dengan filosofi budaya leluhur bahkan PURA MAJAPAHIT TROWULAN di larang berkegiatan dan ritual dalam bentuk apapun berdasarkan SKB dan perda kabupaten  Mojokerto tanpa alasan yang jelas dan tidak berdasar aneh tapi nyata.


Ketakutan para Dajjal kembalinya jati diri bangsa Nusantara. Untuk itu sentana (keturunan Majapahit di Trowulan), ingin memberikan penjelasan tentang ini dan siap untuk membuka mata hati dan mata batin bagi yang tidak kenal budaya Majapahit (Kejawen) dan kawula di Trowulan yang ingin tahu tentang adat dan budaya Majapahit.



Adalah Raden Hari Susanto, Raden Rahmat Arif Safi`i (Arik), Raden Khusaini, Raden Jawahir  (Ketju) , Raden Ayu Siti (Nyonya Ghofir), RM.Atarif (Umbar) yang sangat getol ingin memberikan pengetahuan ini supaya sebagian masyarakat Trowulan dan sekitarnya paham dan mengerti budaya dan filosofinya di Pura Majapahit Pusat Trowulan supaya tidak antipati dengan budayanya sendiri yang bukan import sehingga paham budaya sendiri dan tidak "ngepruki" peninggalan leluhurnya



  1. PATUNG ITU FOTO LELUHUR, pada masa Majapahit dahulu foto itu belum ada. Mr. Kodak belum lahir mister Handycam belum muncul. Jadi untuk mengabadikan leluhur maka dibuatlah foto yang terbuat dari batu yang dipahat berbentuk manusia yang disebut patung, juga dari tanah liat dan keramik yang cara pembuatan ilmunya dari Cina karena memang leluhur Majapahit itu memang manusia dan ini terbukti masyarakat Trowulan pada umumnya adalah pematung yang handal. Dan bukti lagi untuk sebagian orang Islam di Trowulan sangat tidak tahu dengan Patung atau Arca yang dipakai sentana (keturunan Majapahit) adalah Pratima atau patung peninggalan leluhur, bahkan ada yang menganggap patung itu berhala atau musyrik, padahal patung itu adalah foto leluhur pada jaman itu karena foto belum ditemukan.


  2. Sebenarnya tidak ada pebedaan antara Islam yang dianut sebagian masyarakat di Trowulan dengan adat budaya Majapahit (Kejawen). Kalau orang Islam di Trowulan meninggal otomatis dibuatkan makam dan diberi tanda berupa batu nisan (maesan atau patok kuburan), dan setiap hari jum`at legi disekar dengan kembang yang di adat Arab memang tidak mengenal budaya "nyekar". Jadi budaya nyekar adalah budaya asli Majapahit seperti yang dilakukan oleh Nurhidayati cucunya Mbah Ali yang berbakti pada leluhurnya pada setiap Jum`at legi  selalu nyekar ke makam leluhurnya dan  ke makam Troloyo, juga semua memakai budaya Kejawen. Makanya apabila ada orang Islam yang nyekar kekuburan disebut Islam Majapahit atau Islam kejawen maksudnya adalah orang Islam yang masih memakai adat Majapahit atau Kejawen adat asli yang tidak diimport, kenapa anti dengan Majapahit atau Pura Majapahit pimpinan Hyang Suryo seperti Karyono CS ?????. Juga adat lainnya seperti Tingkepan, bayi mudun lemah, ruwatan, metik pari nang sawah karena memakai cok bakal dan lain-lain yang dulu masih banyak disaksikan sekarang hampir atau sudah musnah karena sudah berganti dengan adat Arab yang tidak kenal Tingkepan, nyekar dan cok bakal serta lainnya. Itulah pemahaman ajaran Arab memberangus adat kejawen padahal sebagian masyrakat Trowulan masih memakai adat tersebut, ini realita nyata dan kasunyatan.


  3. Dan apabila untuk keturunan Majapahit leluhurnya meninggal itu dibakar atau diaben atau dikremasi atau dimokswakan akhirnya abunya dilarung ke Luat atau ke Sungai dan rohnya dibuatkan Kuburan atau rumah yang disebut Candi dan diberi "tetenger" atau tanda berupa patung atau foto yang juga direliefkan (hiasan dinding Candi). Jadi Candi adalah minangka tempat  atau makam leluhur yang pada hari Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon, nyekar leluhurnya adalah ke Candi .Contoh  Pura Majapahit Trowulan adalah tempat leluhur Majapahit di Candikan jadi tidak ada hubungannya dengan agama.

Inilah sedikit penjelasan dari kami tentang Pura Majapahit Trowulan dan kegiatannya tidak ada yang dirahasiakan. Untuk dipahami bagi yang tidak mengenal budaya Majapahit dan dilestarikan untuk generasi Nusantara sebagai jati diri bangsa terlihat dari luhurnya "tingginya" budaya bangsa itu sendiri. (R.Sisworo Gautama)


    Telusuri Selengkapnya...


    Tuesday, February 9, 2010

    RAJA MAJAPAHIT HIDUP 4 GENERASI

    Malam itu tidaklah begitu dingin (Soma Paing Kulawu 8-02-2010), udara berhembus sepoi-sepoi menerpa wajah seakan-akan membelai menina-bobokan yang masih sadar dengan keadaan, angin itu juga ingin menyampaikan satu informasi yang aneh namun sungguh nyata. Di Pura Ibu Majapahit setelah tiga hari  kedatangan Guruh Sukarno Putra, calon pemimpin Negeri masa depan yang berideologi Pancasila adalah bungsu salah satu tokoh pendiri Republik Indonesia yakni Bung Karno yang berjuang bersama Pahlawan lainnya untuk mengangkat martabat bangsa ini hingga mempunyai jati-diri yang sekarang sudah mulai musnah karena pemaksaan isme yang diimport dan pemonopolian agama yang berkuasa memberi "cap" lainnya kafir dan sesat serta memberi julukan kaum musyrikin untuk mengimbangi kaum muslimin sesuai hukum alam. Hingga detik ini mereka masih memberi "titel sampul D" contohnya di daerah Blitar sendiri, tempat kelahiran Bung Karno banyak masyarakat dulu ditumpas karena tidak ke Mesjid  dan  tidak memeluk Islam dengan tuduhan Komunis atau PKI. (1965-1966 berlanjut hingga detik ini). Inilah sejarah kelam bangsa ini yang di Arabisasi dengan isme Islamnya. dan ini terbukti adat-adat dan budaya Nusantara yang berbau animisme dan dinamisme serta multiisme ditumpas karena untuk menguasai Negeri yang subur makmur. Dan sekarang para penumpas disebut Pahlawan Alloh.





    Mata sudah mulai mengantuk, di Pendopo Puro / Keraton Ibu Mojopahit terlihat beberapa orang yang sibuk bercengkrama sambil berjaga (mekemit) yang memang menjadi tugasnya sebagai "Prajurit Keraton" serta "Abdi Dalem Keraton". Terdengar nyanyian alam berpadu dengan suara merdunya mahkluk Tuhan bernama Putih, Blontang, Iyeng dan lainnya yang mengonggong menemani para penjaga menunjukkan hubungan tanpa batas antar sesama mahkluk hidup.



    Tiba-tiba dari arah pintu gerbang Ganesha terdengar sapa seseorang dengan salam yang aneh tapi sudah biasa didengar "OM SWASTYASTU". Para penjaga menjawab salam tersebut dan mempersilahkan masuk tamu yang berjumlah dua orang yang masih muda berusia sekitar 30-an tahun . Setelah berbasa-basi sebentar akhirnya kedua orang itu duduk bersila didepan Candi Ibu Majapahit. Dengan dupa yang baru dinyalakan berdo`alah mereka dihadapan leluhur Majapahit. Entah berapa lama akhirnya selesailah ritual yang dijalaninya yakni menghaturkan bakti dihadapan leluhur. Selanjutnya terlihat mereka melangkah di depan Pagoda atau meru dan melakukan ritual yang sama hingga berakhir serta melanjutkan ke bawah Klenteng atau Gedong Pratima di mana Pusaka-pusaka Majapahit "dijejerkan".



    Setelah beberapa lama, akhirnya mereka kembali ke Pendopo dan menemui seseorang sekaligus bertanya," Kami mohon untuk "dilukat", kata mereka hampir berbarengan. Terdengar sahutan dari bibir seorang  laki-laki yang berambut gondrong, gimbal dan  berbadan kurus," Wah tiyang niki bukan orang yang bisa membersihkan diri seseorang, namun hanya membantu dan belajar melayani, seharusnya Anda sendirilah yang berinisiatif untuk melukat segala kekotoran diri", ujarnya sambil semyum simpul ramah. Dan tanpa banyak kata diambillah tirta ditempatkan dalam sangku dan dicampur kembang untuk prosesi acara mandi kembang. Terlihat kedua orang itu mengigil kedinginan dan merinding seperti merasakan sesuatu tatkala mantra terucap dari bibir yang sering dipanggil Panditha (mangku) tanpa diimpikan katanya, karena ini murni keinginan umat yang meresmikan menjadi Panditha. Apalagi orang tersebut mengaku tidak tahu apa-apa tapi sangat toleran dalam berkepribadian.



    "Bolehkah saya bertanya", kata anak muda itu yang agak berkulit kuning langsat dengan ramahnya menandakan punya tata kerama yang lumayan, kontras dengan temannya yang berkulit gelap agak sedikit "slengekan".



    Pemangku itu menjawab, "Silahkan !".

    "Apakah orang dalam foto yang memegang keris Nogo Sosro itu adalah Hyang Suryo Wilatikta", begitu tanya anak muda itu langsung untuk mencari tahu dari rasa penasarannya.

    Dengan sedikit menerapkan penerawangannya si Pemangku mengeryitkan dahinya untuk menganalisa keadaan yang sudah diprediksinya sekaligus mengantisipasi untuk apa orang ini bertanya seperti itu, karena seorang Ratu Satriyo Paningit itu tidak sembarang orang tahu. Karena Raja Majapahit Masa Kini ini sungguh sangat aneh, merakyat dan "TER", yakni TER Besar dan TER kecil.



    "Dalam foto itu di samping yang memegang keris Nogo Sosro memakai udeng merah adalah "Kompyang atau buyut"  saya", katanya lagi sambil berapi-api dan ingin jawaban yang pasti.



    Si Pemangku balik bertanya biarpun sudah tahu akan tamunya ini," Siapa nama Andika ini !".


    "Pekenalkan nama titiyang I Gusti Ngurah Agung Juliartawan saking Puri Anyar Tegal Badung Denpasar", jawabnya sambil memjabat seakan memohon untuk mendapat jawaban yang pasti.



    "Mungkin Andika salah orang", jawab sipemangku dengan cepat. "Tidak salah titiyang pernah melihat Beliau sewaktu masih kecil, wajahnya masih sama dan beliau dulu mengendarai mobil pickup", cerocosnya untuk dapatkan kepastian.



    Akhirnya karena ilmiahnya memang benar dan anak ini tidak membahayakan menurutnya maka si Pemangku inipun berkata,"Benar, itulah Hyang Brahmaraja XI Beliau sekarang sesuai tata-titi tata kerama seharusnya di panggil Hyang Wilatikta Brahmaraja XI bukan Hyang Suryo lagi. Saya ilmiahkan begini, nama kecil biasa dipanggil, tetapi aturan setelah di Abhiseka lain cara memanggilnya sesuai adat Majapahit yang adi luhung pada umumnya sudah banyak ditinggalkan karena sudah mengenal langsung Tuhan", jawabnya dengan sambil terus memandang mata anak muda itu seakan membaca pikirannya.



    Akhirnya Mas Ngurah Agung bercerita panjang lebar tentang kompangnya yang juga kakek buyutnya. "Titiyang niki kan punya Haji atau Aji atau Bapak, nah Aji tiyang niki punya Aji yang disebut Kakek atau Pekak, Kakek niki punya Aji dan beliau sudah "meraga sukma" dan sampun dilinggihkan. Nah ini buyut tyang yang berfoto dengan Hyang Brahmaraja disebelah kanan Beliau", katanya memastikan.



    Akhirnya terjawab sudah pertanyaan selama ini bahwa Raja Abhiseka Majapahit Masa Kini hidup dalam empat generasi. Mengapa beliau berusia panjang dan sehat ?. Karena mengikuti Hukum Tuhan, Hormatilah kedua orang tuamu dan leluhurmu supaya diberi usia yang panjang dan sehat. Ini adalah Hukum Tuhan dalam "Tens Comandemen of God" yang diajarkan Musa AS dalam perjalanan Hidupnya. dan sebagian besar penduduk Cina dengan leluhurnya.



    Pagi harinya setelah dikonfirmasi sama Hyang Brahmaraja XI memang benar adnya itu orang bernama Anak Agung Ngurah Sodara dan Beliau juga yang menyelamatkannya dari kudeta saudaranya sampai berdirinya Pura Majapahit Tegal yang pernah dicemarkan namanya oleh AA Manik Danendra S.H dalam berita di Bali Post 7-01-2010 yang sangat memalukan keluarga Puri Tegal dan Puri Anyar. Makanya si Ngurah Agung ini lama tidak pernah tangkil atau sowan ke Pura Tegal, dan Ngurah ini juga bercerita PELINGGIH yang terbakar dan pas odalan Banten diorat-arit sebelum dipuput, dan mungkin diselamatkan oleh leluhurnya supaya tidak terkontaminasi racun dari Manik Danendra ini yang mengaku Raja Pura Gunung Srawet Banyuwangi dengan menyingkirkan tuan rumahnya sekaligus menerapkan Adigang, Adigung lan Adiguna (baca beritanya disini)
    Telusuri Selengkapnya...


    Sunday, January 3, 2010

    PURA/KERATON IBU KAWITAN MAJAPAHIT

    Bila ingin mengetahui sejarah dan perkembangan Pura Ibu Majapahit ada baiknya mengetahui lebih mendetail yang akan tertuang dalam tatanan dan fungsi dari;

    • Bangunan Palinggih untuk yang menjaga Pura/Keraton sekaligus tempat ber-Stana Dang Hyang Penjaga Nusantara berada di bawah pohon asam/punyan celagi. Disinilah yang pertama kalinya pemedek/umat meminta ijin masuk secara Sekala-Niskala untuk dapat mulai memasuki Pura/Keraton Ibu Majapahit.


    • Setelah itu memasuki Pintu Gerbang yang bernama Candi Wijaya Kusuma disambut oleh Arca Ganesha yang beratnya melebihi ukurannya dan setelah ketemu Simbol Surya Majapahit ada tempat Tirta penglukatan awal/ Pembersihan diri bilamana diluar mendapatkan hal-hal yang tidak menyenangkan. Nah dengan Tirta ini diharapkan diri menjadi bersih dari hal-hal yang tidak bagus.

    • Setelah berjalan beberapa langkah, terlihatlah Candi Siwa menjulang tinggi ke angkasa dan didepan Candi Ada tempat Tirta pembasuh dan disambut oleh Patih Gajah Mada yang masih muda menghunus keris memberikan semangat untuk generasi muda supaya mendapatkan kembali jiwa nasionalismenya dengan sebutan Bhayangkara Mada diatas prasasti KEBANGKITAN SIWA BUDHA yang ditanda-tangani oleh Raja Abhiseka Majapahit Masa Kini dan Raja Majapahit Bali Masa Kini atau Sentana Anglurah Bali (cocok untuk berdo`a tokoh muda pejuang Negara dan yang ingin bersemangat melanjutkan hidup serta kehidupan).

    • Didepan Candi Siwa Inilah semua persembahan seperti banten dan Pejati dihaturkan kepada beliau. Didepan Candi Siwa ini Anda-Anda semua boleh menumpahkan uneg-uneg, meluapkan emosi kerauhan dan mengharapkan beliau tedun untuk mebaos atau memberi petunjuk dan berdo`a memohon kerahayuan. Setelah uneg-uneg dalam diri kosong, jiwa sudah tenang barulah kaki menapak memasuki Candi Budha atau memasuki Klenteng/Gedong Pratima/Gedong Kimsin yang berstana Ratu Majapahit Nusantara, dengan catatan mematuhi Peraturan yang terpampang di depan tangga sebelah kanan.

    • Gedong Pratima/Klenteng ini satu-satunya yang bisa dimasuki hanya untuk berdoa dan menancapkan hio/dupa dengan persembahan yang tidak mengandung nyawa atau vegetarian. Jadi didalam Gedong ini atau Klenteng hanya untuk berdo`a sampai jam 22.00 WITA (10 MALAM) kecuali Purnama dan Tilem serta Hari besar lainnya setelah itu Anda dipersilahkan turun. Filosofinya Anda akan mendapatkan pengetahuan berisi adalah kosong, Kosong adalah berisi. Jadi memasuki Klenteng kosongkan pemikiran Anda, Kosongkan supaya terisi nantinya. Untuk meditasi dan lain sebagainya silahkan dibawah ada tempat yang tersedia. Naik melalui tangga ibarat menjalani kebaikan perlu naik ketingkatan-tingkatan yang lebih tinggi. Turun disarankan ambillah tangga yang berbeda. Dibawah Klenteng terdapat Ruangan untuk menyimpan pusaka Majapahit atau museum dan untuk umum serta masuk Gratis lagi

    • Di Sebelah Gedong Pratima terdapat Bangunan Pelinggih menjulang tinggi dan tertinggi satu-satunya di Nusantara dan yang masih bisa diupacarai bernama Meru Tumpang sebelas atau Pagoda. Bangunan ini pernah diutarakan oleh Raja Banten melalui telepon supaya jangan sembarangan dimasuki. Padahal sang Raja ini belum tahu langsung atau datang ke Bali. Disini disimbolkan Pagoda diangkat oleh Kura-Kura, juga terdapat berstananya Dewa Bumi. Banyak filosofi yang bisa diambil berdo`a dan berfilosofi cerdas untuk mengejar ketinggalan Globalisasi.

    • Disebelah Pagoda terdapat bangunan segi delapan bernama Candi Avalokitesvara dan disebelah Candi Ciwa (Candi Majapahit) terdapat Candi Ibu Gayatri yang dalam kitab Negara Kerthagama baru sedang dibangun. Dan Candi Gayatri terdapat didaerah Tulung-Agung Jawa Timur masuk kawasan Keraton Majapahit Jenggala, tetapi keadaannya sudah parah dirusak oleh Santri Demak pimpinan R.Patah dan Sunan-sunan. Sehingga Candi ini di Pindahkan ke dalam Keraton Ibu Majapahit Bali.

    • Bangunan berbentuk Pendopo ini dalam bahasa Nagarinya disebut AN tempat berkumpulnya para ksatrya Majapahit disamping itu juga nyejerang Pusaka-Pusaka Majapahit. Disini aktivitas sangat ramai, ada yang berkonsultasi masalah sepritual, bisnis, meditasi, ramal-meramal, ruwatan, semua aktivitas tanpa batas disini. Juga terdapat Tempat menginap orang-orang suci atau tamu Agung bernama KWAN dibelakang Pagoda atau meru tumpang sebelas. Dan Pusat Informasi (TING) tentang perjuangan dari Hyang Batara Agung Sri Wilatikta Brahmaraja XI, Narendra Utama berjuang untuk Nusantara. Ada juga bale gong dan Kulkul. Ini adalah kebanggaan dan ciri khas Majapahit, Kawula semuanya terangkat harkat dan martabat serta punya jadi diri sebagai bangsa. Dan semua umat tanpa melihat SARA berhak datang dan berdo`a di kawitan Nusantara. Didepan leluhur semua sama tanpa melihat status (kasta) dan wangsa (keturunan) dan agamanya yang masih import semua serta.berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Atau disebut PURA PANCASILA. Inilah Gambaran Candi Siwa Budha Majapahit pemersatu. Untuk Kawitan Purusha Jawa Bali Stananya Prabu Airlangga (Raka Halu Sri Lokesvara Darmawangsa Airlangga Nanta Wikrama Tungga Dewa) terdapat di PURA MAJAPAHIT GWK masuk desa Ungasan (+/- 2 km dari Pura Ibu Majapahit) wilayah Kuta Selatan Kabupaten Badung Propinsi Bali.

    • Pintu Gerbang Ganesha adalah untuk mendapatkan kepandaian. Jadi tidak lagi “di Sirna Ilangkan di Kertaning Bumi”. Selanjutnya ada juga bangunan khusus membuang penyakit.


    • Itulah sedikit gambaran tentang Keraton Ibu Majapahit dan perkembangannya diabad-21 MASA KINI
    Telusuri Selengkapnya...


    Monday, December 7, 2009

    MAJAPAHIT NUSANTARA MASA KINI

    Nuswantara atau Nusantara yang sedang berkembang sekarang ini sudah diprediksi limaratus tahun yang lalu oleh para leluhur negeri ini yakni sejak Majapahit disirnakan sejarahnya hingga menjadi "Sirna ilang kertaning Bumi". Padahal Majapahit itu masih ada.





    Pada masanya Nusantara Majapahit dikenal dengan Gemah Ripah loh Jinawi hingga sebagian generasi rakyat Indonesia melupakannya, kalau memang semua sejarah itu tidak ada, berarti tidak ada sejarah menyatukan Nusantara hingga membuat makmur Rakyatnya yang sama-sama berotonom baik khusus maupun otonom lainnya.





    Sejarah ini berawal dari penyerangan Demak entah itu bukti atau tidak, Majapahit runtuh diawali dari R.Patah menyerang Majapahit Trowulan hanya diawali dari Trowulan dibantu oleh para wali atau sunan ini tertuang di Babad Kadiri ditulis oleh Mpu Tan Khoen Swie dan diakui sebagai sejarahnya kota Kediri. Didalam babad ditulis bagaimana Majapahit Trowulan diserang oleh Demak dan bagaimana Sunan Bonang dan lainnya memaksakan kehendaknya di bumi Majapahit Trowulan.

    Setelah itu Nusantara mengalami perubahan masa dalam penjajahan oleh bangsa Eropa yang awalnya sama dengan Pedagang dari Arab dan Gujarat India.

    Pedagang Arab awalnya berdagang tetapi lambat laun karena melihat rakyat Majapahit Nusantara sangat lugu, polos dan jujur akhirnya mereka ingin mengibuli. ingin memonopoli dan ingin menjajah dalam segala hal termasuk adat dan budaya Nusantara menjadi adat dan budaya Arab.





    Hingga menyingkirkan juga pedagang Gujarat India (aliran sekarang yang dianut sebagian rakyat ini yakni aliran Ahmadiyah mengikuti Gurlam Singh sebagai nabinya atau yang mengenalkannya). Kenapa mereka disebut pedagang disini, karena memang awalnya Orang Arab itu memang berdagang dan masuk Nusantara tahun hanya untuk berdagang tetapi setelah Abad ke-15 menancapkan ajaran dari Arab hingga menjajah dan membuat kawula di Nusantara menjadi perang saudara karena berbeda akidah atau keyakinan hingga Nusantara Majapahit terpecah-pecah.



    Melihat Nusantara Majapahit terpecah-pecah dan suplai rempah yang diekspor ke Eropa dan lainnya terganggu, membuat bangsa Eropa ingin mencari Negara pemasok rempah-rempah mencari Negara Kerajaan Nasional Majapahit (hanya inilah kebanggaan untuk Nusantara sekarang).



    Bangsa Eropa juga demikian, masuk di Nusantara juga sesuai dengan Ramalan leluhur, setelah rakyat berbeda pandangan dalam keyakinan  hingga membuat perang saudara di mana-mana, membuat bangsa Eropa juga ingin menjajah sekaligus menyelamatkan cagar budaya dari rakyat yang sudah teracuni pandangan adat dari Arab. Ini dibuktikan hukum-hukum penyelamatan Cagar budaya berasal dari keprihatinan bangsa Belanda dan menyelamatkan sebagian besar peninggalan Majapahit ke Negaranya (tersimpan di musium leiden) dan bercokol sangat lama hingga empat generasi. Jadi Islam Demak mewakili sejarah yang meruntuhkan Majapahit dengan menyerang Trowulan jadi hanya Trowulan (Kerajaan Arab di Nusantara hanya bercokol 73 tahun). Sempat juga pedagang India (Aliran sungai Sindu yang sekarang pemerintah mengasih label Hindu di Indonesia 1961) bercokol selama tiga tahun . Kerajaan Belanda (Keristen sekitar 350 tahun). Semua itu menutupi sejarah Siwa Buda Majapahit yang bisa menyatukan Nusantara dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika-nya.



    INI FAKTA YANG TERUNGKAP

    Masyarakat sekarang cenderung anarkis, kemiskinan meraja-lela hingga hukum ditegakkan hanya untuk rakyat kecil dan miskin serta buta hukum. Padahal dahulu bangsa ini terkenal dengan Gemah Ripah Loh Jinawi Tentrem Kerta Raharja serta Nusantara menjadi mercusuar Dunia. Bercermin dari Bali yang melestarikan adat dan budaya leluhurnya yang nota bene dari masa Majapahit ini terbukti apa yang dilakukan masyarakat di Bali prakteknya adalah Siwa Budha Majapahit biarpun diberi titel Hindu 1961 oleh pemerintah dalam tanda kutip Menteri Agama yang mewakili Arab. Masyarakat Bali tetap berkeyakian ke Leluhur dulu dengan mempersembahkan dan melestarikannya seperti Odalan, ngenteg linggih,mecaru dan lain sebagainya hingga dunia mengaguminya sebagai Majapahit kecil tapi besar. Mengapa ?.



    Karena semua Pura-pura atau dalam hukum Belanda diakui sebagai keraton-keraton dari Anglurah pejabat setingkat Gubernur dalam pemerintahan Majapahit, atau kawitan Majapahit yang lari ke Bali dengan selamat sedangkan yang tertinggal di Jawa dibantai dan dicap kafir, sesat, komunis (1965) dan lain sebagainya supaya mudah untuk di bantainya (kutipan buku Tan Khoen Swie). Dan ini masih berlangsung hingga sekarang.



    Masyarakat sekarang sangat memuja barang-barang import seperti baju bekas atau baju eks import (Baldress) juga keyakinan, adat serta budaya yang berbau import masyarakat sekarang sangat memujanya.



    Budaya senang konflik, budaya kekerasan serta tawuran juga mudah di import oleh kebanyakan masyarakat sekarang termasuk budaya ingin maunya sendiri dengan menutup dan menyegel PURO MOJOPAHIT TROWULAN dengan alasan yang tidak jelas hanya menghimbau melarang berkegiatan dan ritual dalam bentuk apapun. didukung oleh pemerintahan Indonesia oleh lembaganya untuk menyenangkan Arab. Padahal PURA MAJAPAHIT melestarikan budaya dan sangat menerapkan Pancasila dan ke Bhinnekaan ini terbukti dan terlihat dari dokumen yang sudah ada (dokumentasi).



    Orang kebanyakan sekarang itu senang berbicara tanpa melihat kenyataannya. Untuk itu dihimbau lihatlah kenyataannya dulu. Sebutan Tuhan Allohu Akbar...Allohu Akbar yang suci sekarang hanya dipakai untuk menggertak atau menakuti serta bersumpah supaya yang lainnya percaya dan menganggap orang beragama import. Unjuk rasa dan demo bukan lagi mencerminkan kepentingan Indonesia tetapi sudah seperti kepentingan Arab. Bangsa ini sudah menjadi bangsa Arab mundur 1000 tahun yang lalu yang lalu terkenal dengan jaman jahilliyah atau jaman kebodohan. Justru yang lebih bodoh dari orang Arabnya sendiri hingga siap mati demi adat dan budaya serta sareat Arab. Lihatlah simbol-simbol atau bendera yang dipakai mencerminkan simbol Arab, termasuk kata-kata yang dilontarkan dalam unjuk rasa untuk menggertak lainnya berpedoman semua menjadi Arab seperti gambar diatas. Silahkan direnungi sendiri bagi yang ingin merenunginya, semua sudah berbau Arab.

    Lha Indonesianya mana ? Semoga masih ada !.



    Semoga ini sebagai gambaran kembalinya Masyarakat Nusantara menjadi berbudi luhur serta penuh kedamaian. Ajaran Siwa Buda menerapkan berbudi luhur yang tinggi, menghargai nasehat leluhurnya mewakili orang tua hingga semua bisa mengenal Tuhan. Bahasa mudahnya (leluhur Purusa) Siwanya berkata ayo kerja...ayo berkarya...ayo lestarikan adat dan budayanya...ayo odalan...ayo mecaru. Budhanya (leluhur Predana) berkata "Amitabha" semua mahkluk berbahagia.

    Telusuri Selengkapnya...


    Tuesday, October 13, 2009

    MUNAFIK..ATAU MUNAPIK

    Di link dari;

    ILMU KASUNYATAN



       

    Kembali MUI unjuk gigi, Kini Dunia Per Film man Indonesia jadi Korban, Disiarkan dan disaksikan Dunia kembali Cara berpikir Memalukan dipertontonkan "Pornonya itu...." Ajaran KEMUNAFIKKAN diajarkan kepada Bangsa kita, Orang Jujur berani berkata benar "Saya Bintang Porno" malah dilarang / dicekal / dihina bahkan karena Orang JEPANG, disisi lain Orang Bejat ASLI malah dipuja contoh Ali Orang Arab ditangkap Densus 88 membiayai Teroris, Pendatang Pendatang Munafik tidak berani Terang Terang ngan Kerjaannya, juga siapa Orang tidak ber Otak Porno? "Pornonya" Bintang Film nya disisihkan  Kasian Kasian, Justru coba kalau bukan Jepang tentu tidak ada masalah, tu Orang  Timur Tengah di Hotel main perempuan disaksikan banyak Orang Pegawai Hotel, Pengunjung dll didiamkan, kita ini terkenal banyak Pelacur kita sampai di Export ini bukan rahasia umum lagi sampai disiarkan TV juga MUI diam lagi Ngurusi "Menyesatkan dan Lebel Halal" nanti mendatangkan Bintang Film pun pakai Lebel halal,- Mestinya "Jepang" itu kita hormati Karena Hubungan Antar Nagara, lihat Orang Luar pertama datang di Gempa Sumbar Team Penyalamat Jepang "Kwis Mi, Kwis Mi..." tanya Reporter TV kita tidak di jawab lagi sibuk Evakuai si Jepang nya, Banyak Orang Indonesia Kerja di Jepang, malah jarang pulang mati diperkosa, karena di Jepang tidak "MUNAFIK" harusnya ini suatu Kejutan Baru "Contoh Jujur" di Indonesia malah di Cekal, Orang Jujur dimusuhi, itu Buku Tan Khoen Swie berkata Jujur pun di Cekal alasan Kita Negara Islam, Pertunjukan "Kampungan" macam begini ditampilkan di Dunia Internasional, Mau jadi apa Negara kita, ini Jelas MUI adalah Pemilik R.I ,- Bisa "Menyesat kan Orang" contoh nya banyak Ustad Roi Solat pakai Bahasa Indonesia SESAT,  Achmadiah sudah di Indonesia 1925 SESAT, Aliran Kepercayaan sudah tak terhitung SESAT dll dsb dst" Debat pun Si pengundang Bintang akan Kalah bila DIGEBUK Quran dan Hadist, Negara Pancasila, Bebas Aktif seolah Slogan, Ada Perang Israel dan Arab, kita harus bela yang Islam, mana Pancasila nya? kalau Memihak?





    Bung Karno Menyatukan Dunia dengan "NASAKOM" malah ditumpas dan "KOM" nya dibunuhin, lha sekarang Hubungan lagi dengan Cina kok tidak Malu? Harusnya kita Bangga ada Bintang Film Cantik dan Jujur tidak Munafik membantu Per Fil man Indonesia yang lagi Lesu, malah dimatikan, ya mau apalagi? padahal kita terkenal Negri Indah dan Nyeni menurut Seniman Seniman Tingkat Dunia, Relief Relief Candi kita demikian Nyeni nya tapi  islam nganggap Porno, Wanita Jaman Dahulu bahkan Putri Raja berpenampilan Bagian atas yang indah ditampilkan dengan Penuh Kejujuran tanpa Munafik, karena kita Negara Tropis jadi jarang pakai Baju tertutup, Karena terbiasa ya biasa, tidak ada Kepornoan, Bali sebelum 80 an sama, dipedesaan Mandi di Sungai bersama antara Pria dan Wanita, tidak ada waktu itu Perkosaan, karena terbiasa melihat pemandangan Indah dan Nyeni, Sekarang? setelah Busana Muslim diterapkan Orang jarang melihat Keindahan Wanita, Perkosaan Merajalala, Orang ditutupi ini kan Keserakahan Suku Arab yang tidak boleh Wanitanya dinikmati /dilihat Orang Lain, Kita diciptakan punya MATA tapi kini Mata kita demi Agama di suru Buta dan Munafik silahkan bantah,- Era Globalisasi kita menuju Canggih, ada Internet, tapi sayang kita dididik Mundur 1000 tahun ke Negri Arab, Pada hal Arab sama Bobrok nya itu Sodom dan Gomora, Perang Salib Islam Numpas Kristen hingga Gereja Gereja Megah di Jadikan Masjit, Kuil Siwa Megah Taj Mahal di jadikan Gedung HAREM wanita simpanan dll dst dsb, Bung Karno pernah berkata "JANGAN SEKALI KALI MENINGGALKAN SEJARAH" atau "JASMERAH" tapi sayang beliau di Tumpas, dan hanya Sejarah Arab yang boleh dipelajari, hingga Bangsa kita Buta Sejarahnya sendiri, Sejarah Sendiri harus rela di BREDEL karena di Tuduh Melecehkan Islam. contoh Buku tantang Majapahit karangan Prof. DR Slmet Moelyana pun di BREDEL dan Beliau sampai lari ngajar di Universitas NAN YANG Singapura demi dituduh Melecehkan Islam, jadi kalau Islam tidak setuju Sejarah dalam Negri pun dilarang, Tan Khoen Swie yang hidup 1932 an Bukunya di BREDEL melecehkan Islam, Jelas Merusak Candi Menumpas Agama Kafir yang bisa Menciptakan Pancasila, Kerukunan dll dikatakan "Islam masuk Indonesia Damai" ya jelas Majapahit memberi tempat, Agama dibebaskan di Ajar kan , setelah kuat Majapahit di Tumpas, Candi candi di Hancurkan, kitab kitab Budha di bakar, Bahkan 2001 Pura Majapahit Trowulan / Pura/Puro/Rumah/Griyo/Dalem Hyang Suryo keturunan Sri Wikatikta Brahmaraja ke XI, diserbu IMAM / TAKMIR Islam Karyono, MUSPIKA malah nutup melarang Ritual dan Kegiatan dalam Bentuk apapun, "Apakah ini Damai?' ya Penduduk dianggap "TAHI" dikibuli kata "DAMAI" tapi di Mojokerto Malam Natal 2000 Gereja Gereja di BOM  apa ini DAMAI? Natal 2009 Gempa Besar di Padang Alam pun DAMAI rupanya? Jadi marilah kita mengikuti kemajuan tanpa meninggalkan Budaya sendiri yang Adiluhung Jaman Arab Perang Salib Kita Menyatukan Nusantara, Kitab Sutasoma, Kutaramanawa, Ramayana dll Negara kita AMAN TENTREM KERTARAHARJA, SUBUR MAKMUR GEMAH RIPAH LOH JINAWI, sekarang ? Arab Tentrem Kene Ajor, Contoh Uang Haji mengalir ke Arab disisi lain Orang makan nasi Aking, Ngemis, Nyopet demi perut dll dst dsb, Lha Emir Emir Arab kirim uang untuk ARABISASI dan TERORIS, Dakwah Rukun kelima gencar dilaksanakan, Mentri Agama sampai di Penjara Korupsi uang Haji, baru ketahuan demi Pribadi untung Rakyat dikibuli harus Setor Uang ke Arab, padahal Arab sudah kaya sekarang karena Arab hanya dimiliki keluarga WAHABI, tiap bagian Timur Tengah di kuasai Kelompok Aliran, Indonesia pun mulai di jadikan Arab, kalau ada Gereja di Desa di Bakar akhirnya Ngumpul di Satu Kampung di sebut Desa Kristen contoh Mojowarno Jombang tapi Medjit ya banyak juga, tidak mungkin ngelos, contoh Bali dulu 70 an Denpasar Masjit cuma satu di Kampung Arab ujung jl. Sulawesi  sekarang ? banyak padahal Rumah/Pura/Puro Hyang Surya Wilatikta, di serbu , di BOM, hingga ditutup dituduh Tempat Ibadah Hindu, inilah Keadilan Kedamaian Islam, marilah kita Berkaca Majapahit yang Pancasila menerima Islam tapi Hancur Hilang Tumpas karena Islam juga "SIRNA ILANG KERTANING BUMI", Apakah Bali akan Demikian ? OOO tidak Islam Damai, demi Kerukunan kata Pejabat Hindu, tidak apa apa Kita punya POLRI , TNI mudah mudah an Tidak memakai Agama untuk menegakkan Hukum, Bali jelas Bagus, Islam minoritas, padahal dulu ada selebaran "Bali Dalam Genggaman" yang sampai di seminarkan di Media akhirnya bukan Selebaran, tapi Kenyataan. Bali di BOM 2X itulah Sentuhan DAMAI yahh kita dianggap GOBLOG terus terus san Mau Apa Lagi ? Ganesa menurut Hindu Dewa Ter SAkti dan Terpandai kita pernah Punya Ganesa Yaitu Bung Karno {Pidato Sri Wilatikta Brahmaraja XI pada peresmian Ganesa Tertinggi di Asia di hadapan Dunia} gelar DOKTOR Bung Karno 26 bukan main, silahkan cari Perbandingannya. Penggali Pancasila yang sekarang hanya di gantung dan diganti Sariat Islam Boleh Bangga ya yang islam silahkan senyum saja karena NYATA, bukti Pura Majapahit Trowulan di Serbu, di Bom Imam / Takmir Karyono didukung Pemerintah R.I setempat yang kantornya menggantung Gambar Pancasila sampai Camat yang nutup Struk 3 tahun dirumah sakit berakhir Masuk Surga di jemput Bidadari sesuai keyakinan Islam, ini cuma nutup, ada yang rela bunuh diri nge BOM juga percaya di jemput Bidadari semua ini termasuk Bidadari disiarkan TV ditonton Dunia, kembali ke Bung Karno sejak muda sudah masuk penjara, di buang ke Ende, Bengkulu ,manalagi tanya ahli Sejarah, Ketika Presiden diancam Meriam dihadapkan ke Istana oleh Jendral Nasution[1954?], di Granat bahkan pengawalnya Oding Suhendar terakhir di Cimahi Kepala Provost Jabar [pangkat Kolonel], Pecahan Granat masih bersarang di Pahanya, tidak di Oprasi salah satu Anaknya Yudi dulu di Nurtanio sekarang? juga Kolonel Syamsudin di Cimahi Pengawal yang ikut kena Granat,  terus di berondong Peluru dari Pesawat MIG 17 oleh Maukar[1963?] dll dst dsb, Beliau tetap sakti, bak Ganesa Putra Siwa, hanya untuk menurunkan Beliau Pengikut nya di Tumpas sampai akar akar nya 1965-1966 setelah tidak punya pengikut barulah di Turunkan 1967 dan Tewas dalam setatus TAHANAN REPUBLIK INDONESIA yang didirikannya, hingga Adat, Tulisan, Budaya dll dsb dst Kita dan Cina di BRANGUS, hanya Bali yang bisa membuktikan kita dan Cina Saudara contoh Uang Cina / Kepeng Masih di GUNA kan Upacara, Fosil Pithecan Troposerectus Homoneander Thaleinsis Solo dan Cina sama sebangun alias satu Jenis,  Bila Menggali di Trowulan, Kediri, Probolinggo dll masih ditemukan Uang Cina / Kepeng yang kata Comentar Kurs nya sekarang 1 Kepeng=1000 rupiah, mangkanya tetap di gunakan dan berlaku di Swargaloka / Alam Budaloka /Nirwana bahka Bidadari pun masih menggunakan keparcayaan Nyata Bangsa Sendiri / Majapahit. oh ya menurut Bpk Candra ahli Uang Kepeng ada yang kurs nya Jutaan, waktu Pameran Majapahit di Art Center banyak dan direntengi Uang Cina milik Pratima katanya sangat Mahal terbuat  dari campuran Emas, kalau tidak salah lebih tupis bentuk nya dari Kepeng umumnya dan Mr. Candra bisa membaca tulisan Cina, bayangkan JUTAAN kurs nya ya munkin tulisan nilai uang  IK WAN  THUNG PAO [sepuluh ribu khe pheng] kita harus jujur lah biarpun Hancur, yang Hebat Prabu Joyoboyo Raja Kadiri di bukunya kalau tidak salah lho ada kata "Wong JUJUR Kujur/Kojor" jadi hebat juga kewaskitaan Beliau sayang kalah sama buku Arab. Kasian Pengikut Aliran Kepercayaan Joyoboyo dianggap SESAT  oleh islam, ilmu ilmu jawa seperti Sapta Dharma di Hancurkan, gara gara simbul nya Semar / Sabdopalon, lha sekarang Semar nya MARAH bikin gempa,tapi Tahayul kok. semua Takdir Allah kok. Buku NEGARAKARTAGAMA yang didapatkan Mangku Noko awal 2009, bahkan Kata Ketua Yayasan NEGARAKERTAGAMA H. Harmoko Mantan ketua MPR yang menurunkan Presiden Suharto mengatakan Terjemahan belum selesai ada sebagian Lontar yang terbakar [pidato peresmian petilasan Gajah Mada yang di Biayai Yaytasannya], biar Belum selesai Demikian Indah nya Tata Bahasa nya yang tidak ada Dua nya di Dunia hingga Ahli / Belanda menyelamatkan dan Menjadi Warisan Satra Terindah, Tertinggi, Mahasempurna Tata Bahasanya dan tak bisa diucapkan kata, Lain dengan Pararaton yang diterbitkan di era Kerajaan Islam, Ken Arok dimanipulasi Perampok dan Pemerkosa, dulu Ada Orang Tua ahli Sastra mengakui bahwa Rekayasa ini terpaksa di lakukan agar Orang Jawa Tahu sejarah nya dan bisa diterbitkan, Coba Bongkar Gedung Kertiya Buleleng Pusat Lontar di Dunia cari semua Lontar, apa ada Lontar yang menghina Bhatara Siwa? lagi contoh itu Putri Cina di sebut sakit Kudisan suka Makan Gecokan darah [mungkin Lawar] Maksud nya Dara Jingga ibu Arya Damar jaman Tribuana Tungga Dewi Ratu Majapahit III islam belum masuk, Jadi Islam belum masuk Lontar Lontar kita demikian Adiluhung nya, setelah Majapahit Brawijaya Hancur semua Lontar Budha di bakar, lalu buat baru di rekayasa. Jadi kita Arif lah berpikir kelicikan islam Arab 500 tahun yang lalu entah apa Alirannya bukan islam sekarang yang Damai katanya. cari kambing hitam lah, Tulisan ini menyambut Hari Galungan yang katanya Hari Kemenangan Dharma, semoga Tulisan ini membuka wawasan Dharma sebab ditulis berdasarkan Nyata, ya memang pahit berkata sebenarnya, itu kasian Empu Tan khoen Swie tidak bisa bohong akhirnya bukunya dilarang islam, Memang semua Tahu bahwa Sejarah adalah Cerita Bohong si Pemenang,





    Tapi Orang yang percaya KARMAPALA pasti tidak mau berbohong kecuali  Jawa Arab yang memproklamirkan dulu di Media  "Islam tidak Percaya Karma", Selamat Hari Galungan dan Kuningan semoga Para Leluhur Bhatara Bhatari Majapahit selalu memberikan Kejayaan selama Bulan dan Surya Bersinar. Penutup : PADAMU NEGRI KAMI BERJANJI< PEDAMU NEGRI KAMI BERBAKTI > PADAMU NEGRI KAMI MENGABDI < BAGIMU NEGRI JIWA RAGA KAMI ,- dimohon ini di Cam' kan jangan di plesetkan padamu Arab ! sebab terbukti siap bunuh diri jihat BOM sudah terbukti demi Arab, menghancurkan Budaya demi Arab, Nutup Pura demi Arab 500 tahun yang lalu, sekali lagi di Hari Galungan ini marilah Wahai Bangsaku Sadarlah, ambillah contoh Bali diserbu Budaya seluruh Dunia Adat tetap terlaksana tidak Goyang Odalan, Caru dan Karmapala tetap menjiwai Bali tetap Aman bahkan Masjit pun sudah banyak setelah 1965 dan di BOM 2X biarpun Masjit makan tempat tidak di Caru dan Odalan, juga Kuburan dibebaskan hingga Leteh tidak bisa Ngaben Masal, Demikian Ngalahnya sisa sisa Majapahit bukan Sisa sisa G 30 S PKI lho! nanti di Cap oleh Islam biar Numpas nya Ilegal. tapi tidak lah, di Jawa cukup di Cap Sesat saja sudah Hancur, atau melecehkan Islam saja pasti di Tangkap. Ya marilah kita tetap Odalan dan Caru agar Alam mau membela karena Orang sudah tidak bisa di Andalkan akibat Arabisme yang menumpas Sukarnoisme, sekali lagi Alam ini milik Leluhar bukan Arab. Marilah kita nonton bagaimana Alam meniru Manusia yang kejam terhadap penghuni Alam ini juga.



    NB: Masih banyak Nordin-nordin berkopiah putih pintar bahasa arab dan ingin jadikan Indonesia arab asia tenggara....WASPADALAH..WASPADALAH. PANCASILA dianggap simbol bangsa TAHI..Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa dianggap tidak ada di Nusantara karena harus diarabisasi...foto rekayasa maria ozawa . Banyak pengamat membawa ke bangsa Arab Jahillyah 500 tahun yang lalu. Padahal di kerajaan Arab sendiri sangat demokratis. Lha ini bangsa sendiri wajah Indo-Cina tapi beotak melebihi bangsa Arab....Arab 500 tahun yang lalu yang senag dengan kekerasan dan perbudakan.,.Entah wakil atas namakan rakayat katanya sekarang mau berjuang untuk Tanah Air atau harus dengan sareat Arab lebih memuja Tanah Arab dan mencintai tanah padang pasir kalau begitu jadikanlah Tanah Air ini kering dan padang pasir..dengan musibah bermacam-macam dulu...tanda tanya besarrrrr ??????????

    Telusuri Selengkapnya...


    Wednesday, September 30, 2009

    MASJIT KORAT-KARIT LANGGAR BUBAR

    Istilah ini dulu pernah didengungkan oleh para leluhur atau nenek moyang Majapahit. Di Jawa sangat dikenal ditelinga sewaktu menceritakan kedatangan saudagar Arab yang menumpang Pedagang Gujarat India (mungkin faham Islam Ahmadiyah ingat ini hanya analisa),karena di Arab tidak mengenal Kapal laut. Arab sendiri faham Wahabi (ini juga analisa terserah mereka mau faham apa). Akhirnya sekarang ahmadiyah disesatkan karena tidak ikuti adat/sareat Islam Arab Mekkah.



    Pada jaman Majapahit orang Arab sudah datang berdagang tapi islam (fahamnya) belum berkembang. Setelah melihat orang-orang jaman Majapahit jujur, lugu dan bodoh mereka ingin menguasai Negeri Nusantara dengan fahamnya (bisa dilihat betapa bodohnya bangsa kita yang lugu masih ada hingga sa`at ini. Entah...bagaimana pikiran Babah  Patah  mau menghancurkan leluhurnya setelah dibujuk rayu oleh para syeh/wali/sunan hingga ada sejarah  Kerajaan Islam Demak. tetapi leluhur tidak terima maka keluarlah kutukan yang dikenal SABDA PALON biarpun sebagian besar rakyat Jawa tidak percaya karena sudah tiap hari kena sejarah dan budaya serta bahasa Arab, dan terbukti Islam cuma menguasai 75 Tahun, hingga keraton Demakpun sirna tanpa bekas. Mengapa ?.





    Itulah kepintaran bangsa Arab yang terkenal dulu 1000 tahun Jahilliyah memanfaatkan keadaan karena kerajaan itu harus satu yakni Arab dan lainnya dicap kerajaan kafir, Mending Bangsa Eropa hingga 350 tahun karen masih mau melaksanakan adat budaya jawa dan melindungi tempat leluhur sampai datang tentara Budha Jepang itupun hanya 3 setengah tahun. hingga Bung Karno Putra Nusantara yang nota bene keturunan Majapahit bukan Eropa atau Arab yang menjadi salah satu pejuang kemerdekaan biarpun harus beragama Import karena memang harus Impor, karena Ageman bangsa ini ditinggalkan. yakni SIWA BUDA, WISNU BUDA.Dan terbukti sampai sekarang yang tidak mengikuti adat budaya dan ageman bangsa Arab dicap sesat kafir dan sebagainya, padahal jangankan melaksanakan RUKUN ISLAM mengakupun mereka kawula ini sebagian besar tidak tahu dariman cara melaksanakan ajaran Asing dengan bahasa arabnya..setelah limaratus tahun runtuhnya Majapahit, para Leluhur memberikan ultimatum akan datang menyebarkan Agama Buda lagi hingga tentram seperti di Bali karena Majapahit. Teorinya diklaim Hindu (India) tapi prakteknya Siwa Buda Majapahit tidak identik sama sekali dengan India, di Bali Ritualnya, Adat budayanya lebih lengkap masalah Ke Tuhan/ Ida Hyang Widhi Wasa/Allwoh/Allah/Thian ataupun sebutan yang lain kalau memang Tuhan itu satu  seperti adzannya orang Islam (Tiada Tuhan selain Allwoh).



      

    Hingga terjadi banyak musibah dan kejadian alam sebagai salah satu bukti leluhur bangsa ini sudah bisa merumuskan akan yang terjadi. Berhubung keturunannya tidak boleh percaya dengan kitabnya sendiri maka semua ini dianggap Takhayul tapi terbukti. Semua kaum atau bangsa punya kitab sendiri-sendiri tapi penjajahan di Negeri ini menyebabkan kita mengenal kitab-kita yang diimport (tapi itu Hak asasi).Di Majapahit ada kitab Sutasoma dan lainnya yang di pakai .Pancasila sebagai dasar negara inipun mau diganti karena tidak sesuai dengan sareat Arab (kata Nordin yang ingin ngetop tapi sudah tewas ketemu Mungkar Nakir di jemput bidadari katanya (betapa tololnya tapi Hak asasi mereka). Inilah cuplikannya Ramalan Hyang Sabda Palon. Mesjit korat-karit langgar bubar. Kalau kena gempa kan ambruk dan bubar. Kasihan...tapi salut mereka bilang ini sudah takdir dari Allwoh..



    TERJEMAHAN BEBAS RAMALAN SABDA PALON NAYA GENGGONG YANG DULU DILARANG TANPA ALASAN YANG JELAS, PARA DAJJAL ARAB KETAKUTAN DAN HABIS KONTRAKANNYA YANG MEMAKSA DIBUMI NUSANTARA TERCINTA



    1. Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis didalam buku babad tentang Negara Mojopahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Orang yang bergelar Sunan Kalijaga didampingi oleh punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya Genggong. > (Cuplikan Serat Babad Majapahit, Darmagandul yang sempat dilarang zaman ORBA ketakutan dan pendiskriminasian etnis yang tidak boleh mempelajari Budaya Cina oleh Penjajah Dajjal yang ingin terus bercokol di negeri ini).

    2. Prabu Brawijaya berkata lemah-lembut kepada punakawannya,”Sabda Palon sekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu lebih baik ikut Islam sekali, sebuah Agama suci dan baik”. > (Pada bait ini sebuah fakta kebohongan terjadi sejak 500 tahun yang lalu, Islam ajarannya baik tapi oknumnya memanfaatkan untuk menggempur yang lainnya dengan cara mudah sekali mengadu domba sesama, menyesatkan yang lain dan merasa paling benar dimuka bumi sampai detik ini. Tapi bagi yang tidak melakukan pemaksaan dan kekerasan serta pengrusakan apapun alasannya ya….jangan sewot atau mencak-mencak kebakaran jenggot).

    3. Sabda Palon berkata kasar, ”Hamba tidak mau masuk Islam Sang Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dah Hyang setanah Jawa. Saya ini yang membantu anak cucu serta para Raja di tanah Jawa. Sudah digaris kita harus berpisah”. > (Ini kekukuhan orang Jawa yang masih mempertahankan adat dan budayanya, jaman sekarang mengucapkan hal seperti ini seperti “tidak mau masuk Islam” pasti akan disingkirkan, disesatkan dan dieliminasi, sayang seribu sayang Nusantara yang begitu beragam baik adat, budaya serta keyakinan akan dijadikan satu yakni budaya Arab disetir Dajjal. Lihat berita Nusantara TV, Koran dan lain-lain.)

    4. Berpisah dengan sang Prabu kembali keasal mula saya. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Kelak setelah lima ratus tahun saya akan menganti Agama Buda lagi, saya sebar seluruh tanah Jawa. > (Ajaran Buda maksudnya ya kembali ke Agama Budha sesuai fakta pusat peradaban Budha yakni Candi Borobudur, Candi Mendut dan masih banyak lagi, satu bukti Budha sudah ada di Tanah Jawa lebih dahulu, jadi bukan Buda artinya Budi, budi sudah banyak ada budi busung biu, budi singaraja dan budi-budi yang lain tapi otaknya sudah melebihi bangsa Arab, tapi tidak ada salahnya memahami ajaran Siwa Buda Majapahit dengan PANCASILA dan BHINNEKA TUNGGAL IKA nya yang pernah menyatukan Nusantara atau istilahnya kejawen,(makanya dajjal arab ingin menumpasnya dengan dalil apaun yang mereka punya) apapun menurut orang yang tidak senang/aneh yang sampai detik ini banyak diterapkan termasuk di Bali karena Bali adalah Majapahit yang dikenal daripada Indonesia oleh dunia yakni percaya adanya leluhur, kita ada dengan perantara leluhur, sebelum semua menghadap kepada Tuhan YME/Alloh SWT melalui Muhammad SAW/Allah melalui Yesusnya/Ida Hyang Widi Wasa/ Thian atau apapun sebutannya. Kita mengenal Agama yang dibawa oleh penjajah karena Orang tua kita, ingat !!. Jadi tidak ada salahnya kita mengenal leluhur dulu, Nama Tuhan terlalu suci untuk kita sebut dengan mulut yang banyak busuknya ini, sedikit-sedikit membawa nama Tuhan seakan-akan Tuhan yang menyuruh, renungkan!!)

    5. Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan Jin, Setan Brakasaan dan lain-lainya. Belum legalah hati bila belum Saya hancur-leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata Saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya. > (Banyak orang jadi tumbal sia-sia, kecelakan dimana-mana dengan mengenaskan, saling bantai sesama saudara dengan pikiran emosi dan baru-baru ini Gunung Merapi bereaksi. Pintu langit dibuka dan pintu bumi dibiarkan terbuka untuk para roh-roh yang dianggap gentayangan, roh-roh yang dibantai dilepas untuk membalas, terbukti hampir setiap hari terjadi kebakaran hingga ada yang dipanggang hidup-hidup baik didarat, laut dan udara. Diaben yang lebih mengenaskan. Di Bali Upacara Ngaben masih ada upacaranya. Lha…ini langsung hidup-hidup. Pertanyaannya,”Mengapa terjadi setelah terhitung 500 tahun sejak Hyang Sabda Palon bersabda”).

    6. Lahar tersebut mengalir kebarat daya, baunya tidak sedap. Itulah “Pratanda “ kalau saya akan datang. Sudah menyebarkan Agama Buda . Kelak Merapi akan bergelegar. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widhi bahwa segalanya harus bergantian. Tidak dapat dirubah lagi. (sesuai Ramalan  yang akan datang agama Budha seperti  kedatangan tentara jepang  Budha yang membebaskan dari belenggu tentara Kristen, tentara Kristen membebaskan belenggu dari tentara Islam Demak yang menghancurkan dan membelenggu Majapahit. Itulah Jepang biarpun jepang juga ikut menjajah tapi setidaknya masih ada barang yang dipakai sekarang MADE IN JAPAN dan yang paling membantu Made in China sesuai penemuan dan peninggalan Dinasty China yang menyatu dengan leluhur Jawa, makanya sampai detik ini disini belum ada made in Arab yang membantu barang murah hanya kurma atau KARMA. Entah Budha yang  Majapahit  aslilah yang akan menyelamatkan Negeri Ini dengan upacara odalan dan mecaru serta Tri Hita Karana. sekarang kan Pancasila yang menjadi landasan Negara kelak akan menjadi suatu Agama untuk bangsa ini jadi tidak import lagi makanya PANCA SILA dirongrong terus..Entah...Nabenya adalah pendiri Republik ini beres kan yang dipermaslahkan Nabe harus dari Arab..ya yang cerwajah Jawa jangan mimpi punya Nabe cuma Bung Karno  DKK yang bisa membawa awal negeri ini dari cengkraman penjajah tapi dominan Bung Karno makanya ajarannya Bung Karno dilarang dan ditumpas pengikutnya jaman ORBA dengan tuduhan macem-macem..IRONIS)

    7. Kelak waktunya paling sengsara di Tanah Jawa ini pada tahun, Lawon Sapta Ngesti Aji (ada yang mengatakan 1878 atau 1877 tapi kejadiannya kenapa empat sampai lima tahun yang lalu itulah tidak ada yang tahu tetapi Majapahit di hancurkan habis oleh Demak Islam sekitar tahun 1503, tetapi keturunannya tidak habis sama sekalikan?. Bahkan yang menyerang juga sama-sama keturunan masa Majapahit hanya di provokasi oleh sunan (dulu, cuplikan Babad Kadiri) dan juga masih terjadi provokasi untuk menghabisi sesamanya (sekarang). “Cuma bilang sesat” habislah mereka digebukin sama massa yang memang dibodohi dulu. 500 tahun kemudian pada tahun 2003 mulailah ada “goro-goro”, 2004 Serambinya Mekkah dihancurkan dulu dengan alam, sampai sekarang bisa dilihat sekeliling dan Koran serta TV. Jogja sudah memuja tanah arab dihancurkan juga oleh alam. Mengapa ?. Berarti leluhur bangsa ini yang dicap arab mahluk halus hebat sudah bisa meramalkan dan dajjal ketakutan dengan melarang supaya dominan ajaran Arab. Itulah sejarah, semua berhak punya analisa karena dulu orang Jawa tidak boleh belajar sejarah biar bodoh dan goblok dan bisa terus dijajah, semua tulisan jawa dan cina berganti dengan tulisan arab, Tulisan Jawa dan Cina dianggap asing padahal Muhammad sendiri bersabda “tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”, makanya orang-orang Cina dilarang sekolah dan tulisan Cina dilarang fakta jangan ingkar. Uang kepeng/gobog banyak ditemukan berhuruf Cina. Silahkan datang ke Trowulan dan tanya pada orang yang membuat Batu bata merah ?. Adakah mereka menemukan uang gobog selain berhuruf Cina dan Jawa?. , Bali ornamen Bangunannya sama dengan Klenteng/tempat leluhur atau rumah Cina pada umumnya, orang pribumi dianggap asing, tulisan Cina dianggap asing, diskriminasi kepada bangsa leluhur Cina yang peninggalannya sebelum Gujarat masuk, padahal orang Arab disini itu yang lebih asing, “Apakah mereka asli, sejarah mengatakan kita adalah bangsa Indo-Cina” HADIST Nabi Muhammad pun yang diatas dimentahkan dengan sok berkuasa di negeri Nusantara yang beragam budaya, adat istiadatnya hingga berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa malah mau diarabisasi piye to mas…masss . Ada ada apa sebenarnya dulu, kenapa sejarah yang sebenarnya dipasung lihat pada masa ORBA apalagi sejarah 500 tahun yang lalu. Kalau memang mau berfikir kawula Majapahit jangan mau jadi pelanduk dan mati ditengah-tengah. Jangan goblok lagi dimanfaatkan untuk menggebuk sesama dan untuk komandannya jangan korbankan saudara kami mereka memang bodoh dan goblok karena terlalu banyak dijajah tapi salut kawula Majapahit masih tegar melaksanakan Adat istiadat, Budaya serta unggah-ungguhnya. Untuk orang Cina yang sudah turun temurun lahir di Nusantara kalian bukanlah warga keturunan yang baru datang, (asing) tapi kaum yang membawa peradaban yang modren dan bagus dari abad pertama sejarah bangsa ini. Makanya tulisan Cina dilarang supaya tidak tahu lagi sejarahnya berganti dengan sejarah Arab. Untuk yang Arab lahir disini banggalah punya Nusantara. menghirup udara Nusantara, kawin disini patutlah menghargai peninggalan leluhur kami, bangga dengan Nusantara yang beragam, jangan kalian rusak. Ramalan ini dulu sudah beredar tapi dianggap lelucon/tahayul hingga Hyang Sabda Palon menumpas melalui alam, believe or not). Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang ditengah-tengah, tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia. > (Terbukti tiba-tiba banjir bandang, hujan sedikit longsor, rob dan lain sebagainya yang menurut pakar salah prediksi, mari direnungkan !!).

    8. Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa (Nusantara). Itu sudah kehendak Tuhan tidak bisa dipungkiri dan disingkiri lagi. Sebab dunia ini ada di tangan-Nya. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya. < (Percaya leluhur bukan berarti tidak percaya Tuhan yang menciptakan Alam dan isinya, hanya melalui perantara leluhurlah kita semua bisa sampai ke Tuhan).

    9. Bermacam-macam bahaya yang membuat Tanah Jawa rusak. Orang-orang bekerja hasilnya tidak mencukupi. Para Priyayi banyak yang susah hatinya. Saudagar selalu menderita rugi. Orang bekerja hasilnya tidak seberapa. Orang tanipun demikian juga. Penghasilannya banyak yang hilang dihutan. > (Berita Tv, Koran terjadi krisis Global, banyak pengusaha bangkrut, disebabkan yang merusak Nusantara dengan membawa misi Agama import adalah Saudagar-saudagar makanya para saudagar dikutuk “Saudagar Tuna Sadarum”. Memperjual-belikan seenaknya. Orang yang bertitel baik sarjana maupun ningrat banyak yang susah bahkan mempermalukan dirinya sendiri dengan, korupsi, membunuh ataupun bunuh diri, orang dulu bangga waktu membantai sesamanya sekarang dibantai oleh Alam, kecelakaan dengan kepala pecah di gorok dan lain sebagainya. Impas !!).

    10. Bumi sudah berkurang hasilnya. Banyak hama yang menyerang. Kayupun banyak yang hilang dicuri. Timbullah kerusakan heblat sebab orang berebutan. Benar-benar rusak moral manusia. Bila hujan gerimis banyak maling tetapi siang hari banyak begal. > (Penjelasan ini bisa dilihat di sekeliling kita dan di media cetak maupun elektronik, KASUNYATAN).

    11. Manusia bingung dengan sendirinya sebab rebutan mencari makan. Mereka tidak mengingat aturan Negara (Tapi sekarang Negara diatur Dajjal yang membawa kerusakan dengan menerapkan aturan yang menguntungkan kelompoknya atau pribadinya dan mengkebiri yang lainnya), sebab tidak tahan menahan keroncongannya perut. Hal tersebut masih berjalan disusul datangnya musibah pagebluk yang luar biasa. Penyakit tersebar merata ditanah Jawa. Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia alias tewas. > (Flu burung, flu Babi cikungunya nanti menuysul apalagi penulis tidak tahu…..!!!).

    12. Bahaya penyakit luar biasa. Disana-sini banyak orang mati. Hujan tidak tepat waktunya. Angin besar menerjang sehingga pohon-pohon roboh semuanya. Sungai meluap banjir sehingga bila dilihat persis lautan pasang > (lihat berita TV, Koran).

    13. Seperti lautan meluap airnya naik kedaratan (Banjir Rob). Merusakkan kanan-kiri. Kayu-kayu banyak yang hanyut. Yang hidup dipinggir sungai banyak yang hanyut terbawa sampai ketengah laut. Batu-batu besarpun terhanyut dengan bergemuruh suaranya.

    14. Gunung-gunung besar bergelegar menakutkan. Lahar meluap kekanan serta kekiri sehingga menghancurkan desa dan hutan. Manusia banyak yang meninggal sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali (lihat saja). Hancur lebur tidak ada yang tertinggal sedikitpun > ( sudah terbukti di Aceh yang menamakan serambi Mekkah di hancurkan dulu oleh alam, tanpa tersisa mengapa ??. tanyakan pada diri anda sendiri dan masih banyak kejadian diluar dugaan manusia).

    15. Gempa bumi 7 kali sehari, sehingga membuat susahnya manusia. Tanahpun menganga. Muncullah “BREKASAKAN” yang menyeret manusia masuk kedalam tanah. Manusia-manusia mengaduh di sana-sini, banyak yang sakit. Penyakitpun rupa-rupa. Banyak yang tidak dapat sembuh Kebanyakan mereka meninggal dunia. < (banyak yang Bunuh Diri, tertimpa bangunan dan banyak lagi peristiwa tragis tapi miris) 

    16. Demikianlah kata-kata Sabda palon yang segera menghilang sebentar, tidak tampak lagi dirinya. Kembali ke alam-Nya dengan Mokswa. Prabu Brawijaya tertegun sejenak. Sama sekali tidak dapat berbicara. Hatinya kecewa sekali dan merasa salah. Namun Bagaimana lagi segala itu sudah menjadi kodrat yang tidak mungkin dirobah lagi.


    Tulisan ini sudah pernah diterbitkan dan banyak diterbitkan Ramalan Takhayul ini tapi nyata padahal sempat dilarang..Entah apa sebabnya karena tidak mendukung Arab menguasai Nusantara. Berarti Leluhur bangsa ini yang nota bene masih Buda hebat dan mumpuni buktinya tulisan asli dilarang, Tulisan Cina dilarang harus tulisan Arab. Tulisan jawa tulisan kafir. Anehkan..tapi akhirnya kawula negeri ini sadar bahwa boleh membanggakan budaya import tapi kita hidup dan punya budaya. Candi adalah simbol budaya peradaban kita yang harus dilestarikan dan di upacari, mereka para dajjal dengan mudah menyesatkan dan mengkafirkan hingga kita korat-karit. Mesjit korat-karit langgar bubar. Renungkan !! Ini bukan Tendensius tapi analisa dengan kasunyatan yang terjadi "Nandur Metik".Tsunami Aceh, gempa berkali dan yang terakhir di Padang baru-baru ini. Dulu orang tidak kemasjit dicap PKI dan dibantai disesatkan sampai sekarang..Tapi yang tewas demi Arab mereka mengatakan demi saudara seiman, fardhu ain atau apapun yang berbau Arab di iming-imngi dapat bidadari. Tapi membantai sesamanya. Ajaran Budha jangankan membunuh makan daging saja mikir. Mengajarkan dengan kasih sayang. Untuk bayangkara Nusantara lebih jeli melihat aliran-alira dan jangan menangkapi tapi memberikan solusi karena diantara mereka ada yang tidak mau ikut arab contohnya sadek dan lia eden jadi disini aparat tegakan Sila Pancasila bukan ikuti adat arab jadi akan sejahtera berkeyakinan bangsa ini. Apakah ini hasilnya NORDIN ingin ngetop dan ingin Dana hanya Dana yang yang biayai dana ALI orang Arab semua dari Arab, Islam dari arab, keristen dari Arab, Hindu juga setengah Arab agak mending..mau upacara nyuguh dan Budha memang sejarahnya ada yakni Borobudur. Dan bangsa ini masih disuplai barang murah dari negeri Budha. Made in Japan dan Made in Cina. ini fakta hingga Tanah Air ini murka?. Alam menghukum habis-habisan, Tuhan Marah. Entah Tuhannya bangsa arab atau.... Entahlah anda pikir dan analisa sendiri mumpung belum ketumpas..Mesjit korat-karit, langgar bubar...Jangan Munafik dan terus menipu bangsa ini atas nama Alwoh atau Tuhan. untuk membantai sesamanya..Ilmiah serambi mekkah dihancurkan lebih dulu...(bertia TV dan koran liat kasunyatan tapi jangan sinetron TV yang dipakai patokan sejarah yang yang bisa dimanipulasi supaya bisa tayang contoh seperti mantra jawa biar bisa dipelajari dikasih kata bismillah itu tidak ada hubungan sama sekali belum ada mantara jawa campur arab. sungguh aneh hanya biar bisa muncul harus ada embel-embel arabnya..ini salah satu bukti bagaimana bahasa arab ingin memonopoli di NUSANTARA yang lainnya bahasa kafir...semua TV sudah membanggakan Tanah gurun padang pasir Arab tapi itu juga Hak mereka akhirnya berita dari dalam Negeri Ya Bencana, gempa, kebakaran, tumbal jalan raya dan lain sebagainya..karena tidak pernah membanggakan negeri sendiri adat dan budayanya..mereka masih tertipu dengan sejarah Tanah air lain termasuk ganti saja lagu PADAMU NEGERI DENGAN PADAMU ARAB..PADAMU ARAB KAMI BERJANJI...PADAMU ARAB KAMI MENGABDI...PADAMU ARAB KAMI BERBAKTI BAGIMU ARAB JIWA RAGA KALIAN..Akhirnya kita mendapatkan kutukan dari Ibu pertiwi yang tidak pernah berterima kasih pokoknya Arab tanah yang suci..ya benar tanah Air ini daki dan ini yang terjadi bukti..tak pernah nyuguh untuk tanah air ibu pertiwi. )..Entah ada berita apalagi sesuai ramalan Hyang Sabda Palon ada yang akan terjadi.

    Mesjit korat karit langgar bubar.







    Telusuri Selengkapnya...


    Friday, September 18, 2009

    MAJAPAHIT ABAD-21 YAKNI NUSANTARA BUKAN ARAB

    Pada postingan kali ini ada satu yang bisa dijelaskan secara ilmiah dan bukti yang ada di tempat kejadian sejarah yang benar tanpa dikorupsi oleh Gujarat Arab Indonesia yang sudah terbelenggu sejak 500-an tahun sejarah Majapahit yang di cap sejarah kafir oleh Dajjal Arab, ini yakni di pusat ibukota kerajaan Majapahit pada masa Sri Wilatikta Brahmaraja V yakni dikota kediri atau yang juga disebut kota Kadiri Jawa Timur. Postingan ini akan membuka mata batin dan mata lahir akan yang terjadi sebenarnya, kalau di dunia Arab berita yang diungkap perang...perang dan perang seperti blog yang diisi oleh Indonesia Arab, tapi sekarang rakyat harus tahu dengan kejadian yang sebenarnya.serta saksi turun temurunpun masih ada, hanya dicap kafir oleh Arab , dajjal arab.tapi sangat kontras dengan dajjal utusan arab yang memporak porandakan Nusantara tewas dismbut bak pahlawan. Entah.

    Lebih jelasnya silahkan simak tulisan dibawah ini :



    Keraton Daha, sekarang alun-alun Daha terdapat Hotel Bismo, disebut Ndalem Daha (Kampung Ndaleman). Pada tahun 1522 di sinilah diadakan rapat terakhir  Sri Wilatikta Brahmaraja V dengan para kawula, para Rsi, para prajurit dan rakyat Daha-Jenggala-Kadiri.

    Diputuskan para Mpu, Bangsawan dan para Satriya yang tidak ingin masuk islam agar Hijrah ke Bali, akhirnya dengan dipimpin Penasihat Kerajaan Daha Tertinggi Mpu Sastro Jendro Hayuningrat berangkat melalui darat ke Pulau Bali, dan kapan tiba di Bali silahkan lihat sejarah Bali yang banyak tersebar. Di Bali tercatat Dahyang Dwijendra / Peranda Sakti Wawu Rawoh memang ke Bali (Beliau memiliki Ilmu Maha Sempurna Sastro Jendro Hayuningrat). keadaan Daha sudah tidak bisa dipertahankan, Pengaruh Islam Agama Suci menurut mereka makin membesar, Prabu Brawijaya Trowulan sudah tersiar masuk islam, tidak jadi minta bantuan Bal.. Trenggono putra Patah Bupati Demak yang memproklamirkan jadi Sultan / Raja islam Demak Arab, setelah berhasil menghancurkan Trowulan, biarpun Trowulan berhasil direbut kembali oleh Daha / Kadiri, tapi sudah bukan tempat Strategis lagi, kondisinya hancur dan kembali jadi desa dengan penghuni campuran. Kertasana jatuh ketangan islam Keraton Lambang Kuning rata tanah [Belakangan dipugar Yayasan Negarakertagama, Brahmaraja XI sempat kirap Gajahmada 2008] Akhirnya Majapahit membubarkan diri, Rakyat untuk selamat memilih  masuk islam daripada dibantai dan terbukti 1965 yang tidak ke masjid dicap PKI dan diintimidasi sampai sekarang. Yang tidak mau masuk islam bisa kembali jadi Cina nyembah Pek Kong / Leluhur [kalau kulitnya kuning].



    Terbukti hanya 75 tahun Kekuasaan islam, Datang Pasukan Kebo Bule sesuai Wahyu Leluhur Sri Paduka Prabu Jayabaya, jadi Dengan berpegang Wahyu, Sri Wilatikta Brahmaraja V tidak ikut ke Bali, tetap nyamar hidup di Jawa [diceritakan lain Blog], Kedatangan Kebo Bule / Belanda di era Brahmaraja VI yang berganti nama Jingkang dengan marga Li, Beliau Akhirnya Memiliki Beberapa Jung / Kapal besar dan menyamar jadi Pedagang berlayar ke Cina, Bali dan lain untuk tetap menjaga persaudaraan dengan para Keturunan Majapahit. Jingkang bahkan punya istri di Kwang Tjoe Cina [Keturunannya yang di Cina masih ada, ikut Meresmikan Pura Ibu Jimbaran], sedang Istrinya yang di Jenggala kelak menurunkan Hyang Suryo. Di Bali pun punya istri, karena Beliau Sering mengunjungi Besakih tempat Leluhurnya, di Daha / Jenggala / Kadiri Tempat Leluhur dihancurkan Pejabat islam karena Musrik/Berhala/Tohut [Buku Tan Koen Swie/Sejarah Kadiri]. Akhirnya untuk mencari Pelinggih yang benar hanya di Bali yang bebas Odalan, caru dll.



    Para Pandita Lestari di Bali dan bebas Upacara. Buktinya Pura Majapahit Trowulan Masa Kini 2001 tidak Boleh Upacara Odalan, Caru dll alias ditutup SKB. akhirnya Upacara di Pura Ibu Jimbaran Bali. Dijawa Jaman Belanda bisa sembah'yang Leluhur hanya berupa Gedung, Ahli Odalan, Banten, Caru, Bebangkit tidak ada, nanti ada bikin Banten rumah dihancurkan di tuduh sesat. Armada Jingkang diteruskan Putranya Jingwan / Li Wanwe [Pembesar Li] dan Saudara2 nya. diteruskan Mbah Gede Ngadri Blitar, Kakek Hyang Suryo. Sebelum Meninggal sempat mengirim Hyang Suryo ke Bali 1956, untuk Belajar Adat Majapahit yang punah di Jawa. Kembali Mbah Gede tetap bertahan nunggu Wahyu Sri Paduka Jayabaya yaitu akan datang Tentara Cebol Kepalang Kulitanne Jenar menggantikan Kebo Bule [Tentara Pendek sekali berkulit Kuning mengantikan Belanda Bule] Mbah Gede punya Buku Babon Kulit Kambing Ramalan Jayabaya, tiap malam diam-diam dibaca dengan para pengikutnya. Dibantu Macan Naga orang Jepang yang juga yakin Putra Surya akan tiba mengalahkan Belanda, dan benar 1942 Pasukan Putra Surya [Jepang percaya turunan Matahari] datang dengan Kilat mengalahkan Belanda. Begitu merdeka [singkatnya] Mbah Gede mengotak-atik Sabdopalon, Tentang Kembalinya Majapahit dan untuk menyongsong kembalinya Majapahit Sang Narendra Utama harus Belajar Kemajapahitan, lalu dikirimlah Hyang Suryo ke Bali "Mbah enggak menangi Baline Modjopahit Ngger, kowe mbesoek sing Menangi, lha moto mu tak silih ndelok Baline Modjopahit besoek, kowe tak kirim menjang Bali, Beladjaro sing bener, Eling, mik kowe sing tak jagak ne mbalekno Modjopahit, iki gowonen djogonen, mengko dek Mbali enek Resi sing iso nyadjeni lek pas Tumpak Landep, Wis Ojo Bali mrene Kowe wis gak oleh ndelok Wong Mati", inilah sedikit cuplikan kata-kata trakhir Mbah Gede yang tak lama kemudian kembali ke alam Budaloka setibanya Hyang Suryo di Bali.



    Demikianlah singkat Cerita setelah berhasil mempelajari Ilmu Majapahit, juga belajar ke Para Kerabat di Cina tentang Kebudayaan / Leluhur Pekkong [Karena Bali masih menggunakan Pis Bolong Cina] mengertilah tatacara SIWA_BUDA Majapahit dan akhirnya bisa ngupacarai Leluhur Majapahit di Trowulan, Njelalah malah ketahuan Orang Jawa Antek arab yang berusaha menumpas kembalinya Majapahit, Pura Trowulan diserbu, di bom dan di tutup karena sangat membahayakan cita-cita arab menguasai bumi kita yang subur mamkmur gemah ripah ini karena sudah merasa menang, orang pada setor uang haji, Orang pada tinggal dibawah jembatan di arab mbambung jadi tamu Allah, Orang sudah tidak kenal tanah air tempat nya lahir, cari makan dan berak bahkan kelon, yang suci tanah arab, bahkan Ali orang arab ditangkap polisi membiayai Teroris (Nurdin Top sering disebut di blog ini akhirnya tewas] juga setelah sempat buron dan kawin/punya anak/dilindungi bak pahlawan. Demikianlah kisah Majapahit yang diwahyukan Sabdopalon akan kembali, dengan tanda yang jelas,



    Hari ini Bali Gempa, di Pura Ibu Ada Suara Gemuruh waktu gempa, tak ada kerusakan sedikit pun. Sesuai Sabdapalon Lindu pengpitu sedino, jadi ada gempa ya tidak heran, kita sambut saja dengan tenang Beliau sudah nulis kok, biarlah Orang Arab tidak percaya, kan lain negara/ramalannya. Kita hidup di sini, makan hasil sini, minum air sini [Air Zam-Zam lebih suci katanya], Bikin anak disini [muadah2 an tidak mati di arab jadi budak], jadi marilah kita cintai tanah ini yang menurut Kepercayaan Tanah itu Dewi Sri, Air itu Wisnu anaknya Boma/Dewa tumbuh2 an, Tiap Pintu/Kuri Pura/rumah biasanya diberi relip Boma, dan ini hanya Orang Bali yang percaya arab bilang setan. Jadi Majapahit sudah Kembali sesuai Tulisan Sabdopalon, Bahkan dianggap Sampah, Para Pakar Bilang tidak bisa di prediksi, Padahal tidak baca Tulisan Sabdopalon, Syeh bilang Tahayul, Tsunami, banjir, gempa, Pageblug H1 N1 didepan mata dianggap Tahayul, Buta / picek mata nya? Masak berita Tv, Koran dianggap Tai. Jadi Pepatah SD dulu benar juga "Gajah didepan mata [Leluhur Majapahit] tidak kelihatan, Kuman disebrang lautan [Dajjal Arab] Nampak Jelas.



    Semoga Informasi ini menambah wawasan kaum Kafir/Musrik/Sesat/Kufur/Batil yang dituduhkan Islam Arab. Jujur-Sabar-Narimo saja biarlah mereka menang-menangan (sok-sok an) yang penting jadilah Orang yang MENANGI.(melihat kasunyatan yang terjadi sesuai ungkapan para leluhur Majapahit)

    Telusuri Selengkapnya...


    Thursday, September 17, 2009

    CUPLIKAN KISAH BERJUANGNYA RAJA MAJAPAHIT KE-9 GENERASI KE-11 ABAD-21

    Sekitar Alun-Alun Doho tarpampang sepanduk besar "SELAMAT DATANG HYANG BHATORO AGUNG SURYO WILATIKTO" dan para tamu dari Bali. Ada apa ini?. Hyang Bhatoro Suryo Wilotikto adalah Turunan ke enam Sri Wilatikta Brahmaraja V Bhatara/Raja Kadiri Terakhir [1522] yang diserang Trenggono Raja Kerajaan Islam Demak Bintoro. Radio Budaya Sri Aji Wijaya FM gencar menyiarkan Ruwatan "BUDAYA PEMERSATU BANGSA" Yang disiarkan dari Kota Kediri Jawa Timur, Tempat bermukimnya Suhu / Mpu Tan Koen Swie.


    Penerbit Darmogandul yang dilindungi UU Zaman Belanda dan dilarang dibaca diera Orde Baru [1966-2000]. Bahkan Hyang Bhatoro Agung Suryo Wilatikto didampingi DANDIM Kediri Bpk. Let Kol. Edi sempat mengadakan Dialog Interaktip "Budaya Pemersatu Bangsa" mengupas Kejayaan Majapahit Pemersatu, Ramalan Sabdopalon dan Pancasila.


    Ternyata Penjelasan Hyang Bhatoro Agung sangat diluar dugaan sementara orang selama ini tantang cerita Majapahit yang selalu fiktip dan dongeng, ambil contoh: sebuah pertanyaan " Hyang, apa dibalik kesuksesan Gajahmada, Kesaktian apa yang dimiliki Majapahit hingga bisa Menyatukan Nusantara?" dengan enteng dijawab " Lho, Majapahit itu Punya Angkatan Laut Terkuat di Dunia saat itu, Jadi jelas dong bisa menyatukan dari Afrika sampai Amerika Latin" rupanya sipenanya kurang puas dengan jawaban ini beralih ke DANDIM Kediri " Pak Dandim, bagaimana menurut Bapak?" dijawab "Betul, betul, betul kata Hyang tadi, Saya juga kan belajar sejarah, itu ada bukti kalau Angkatan Laut kita kuat, Laksamana NALA berhasil menaklukkan Madagaskar" Demikian cuplikan dialog yang agak menyimpang dari yang diharapkan masyrakat dimana selama ini diselimuti berita KLENIK. Suasana Hotel "BISMO" milik R. Soewito yang istrinya masih cucu Pahlawan Kebudayaan Jawa [Diakui Pemeritah Kediri] nampak penuh Para Tokoh Kejawen, Orang pakai Blangkon, Udeng, Sarungan dll, sedang Ngayah / kerja bakti membuat Panggung, menghias dan lain-lain. Ada apa ini rupanya?. Mau masuk Hotel maupun di Jalan Raya Kota Kediri [Bekas Kerajaan Kadiri yang terkenal dengan Ramalan Rajanya Sri Aji Jayabaya] terpampang Sepanduk besar bertuliskan "SELAMAT DATANG HYANG BHATORO AGUNG SURYO WILATIKTO".


    Peristiwa aneh terjadi dan hampir tiap saat Radio Budaya Sri Aji Wjaya FM Kediri menyiarkan Bahwa Kota Kediri akan di Ruwat Hang Bhatoro Agung Suryo Wilatikto, Dalang Ruwat Ki Gondo Trisno Suryeng Bhawono, Dalang Calonarang Ki S. Haryanto Kusumo dari Kota Reog Ponorogo, Dalang Campur Sari Ki Witak Tjondrodimuko, Ini Yang Pertama sejak 500 tahun Runtuhnya Kerajaan Siwa-Budha Majapahit Kadiri 1522 M. Ruwatan Akbar yang digelar ini sempat membuat sedikit panik karena Hyang Bhatoro Agung sedang berada di Bali. Akhirnya seminggu sebelum Ruwatan yang akan diadakan Kamis Pahing 27 Maret 2003 ini menjadi Semarak dengan munculnya Hyang Bhatoro Agung yang tinggal di Hotel "BISMO" depan Alun-Alun Doho tempat Patung Kolonel. Bismo Pahlawan Kemerdekaan, Hotel Bismo cukup terkenal karena milik Cucu Tan Koen Swi Pahlawan Kebudayaan.


    Akhirnya untuk membuat Yakin Masyarakat langsung Hyang Bhatoro Agung digelandang untuk siaran Interaktip didampingi DANDIM Kediri Bpk Letkol. Edi agar tidak bisa ucul. Sebab Acara ini serius dan sudah disiarkan Media Cetak dan Radio, kalau sampai batal sangat menjatuhkan Predikat kota Kediri. Ketika berada di Stasiun Radio Budaya Sri Aji Wijaya FM, antusias masyarakat yang ingin bertemu/tatap muka/salaman kepada Hyang Bhatoro Agung sangat besar,mereka menunggu sejak sore kedatangan Hyang Bhatoro Suryo yang di Hotel Bismo dipanggil "Sang Prabu"  akhirnya tepat jam 21.00 Masyarakat gembira mendengar siaran " Saudara pendengar telah hadir di studio dua...Hyang Batoro Agung Suryo Wilatikto Trah Raja Majapahit Kadiri.....didampingi Bapak Dandim Kediri...." demikianlah belum siaran telepon Studio sudah berdering memastikan kehadiran. Akhirnya acara dibuka Dilaog Budaya Pemersatu Bangsa. Dimana Dengan Ilmiah Hyang Bhatoro Agung menjawab pertanyaan, tanpa menyinggung Kesaktian, klenik dll. Pancasila juga dijelaskan digali Bung Karno dari Kitab Sutasoma bukan dari hasil bertapa, kitab ini masih lestari di Bali, juga dijelaskan Bali adalah Majapahit, bahkan ada yang tanya "maaf Hyang katanya Bali Mempertahankan adat Majapahit, tapi itu lho Hyang... di Pantai kute itu lho Hyang.. Turis...Turis.." Langsung Hyang Bhatoro memotong, "Bener, bener,Turis pakai Bikini, lho kan Orang Bali tidak terpengaruh, biarpun diserbu Budaya barat, tidak terpengaruh, Budaya adat Bali tetap jalan , Odalan, Caru dll tetap dilaksanakan, tidak pernah berhenti, hingga Turis tetap datang dan terkagum-kagum" OOOOW guman penanya dan terdiam. Tentang Ramalan Sabdopalon juga dijelaskan Kalau seluruh Dunia punya kitab Ramalan contoh kitab Wahyu meramalkan Kiamat, semua punya Ramalan,


    Karena Dunia Belum Bulat, yang nemukan Bulat Kolumbus, Jadi Ramalan Wahyu tidak cocok di Jawa yang cocok Ramalan Jawa ya ramalan Raja Jawa yaitu Prabu Joyoboyo Raja Kadiri. Tidak ada di Jawa Api dari Langit , di Irak Bagdad pusat budaya islam ada api dari langit yaitu Bom yang dijatuhkan Pesawat Siluman. Amerika dialog makin marak hingga tengah malam, Majapahit, Pancasila, Ramalan Sabdopalon, Jayabaya, sampai adat Bali dikupas tuntas secara ilmiah Oleh Hyang Batoro bahkan di iya kan bapak DANDIM Kediri Let Kol, Edi. Masyarakat rupanya belum puas dialog dilanjutkan esok Sore hari agar lebih lama dan leluasa bertanya.Lanjutan dibahas dari Seni Budaya Sendiri yang terpasung, adat Kejawen nyuguh Sesaji dijelaskan tuntas tas tas, sampai dijelaskan tentang Arab tidak ada kembang hingga budaya nyuguh tidak dikenal di Arab, Jadi Budaya Nyuguh Orang Jawa patut dilestarikan karena Negara kita Subur Makmur Kembang Tumbuh, Padi, Kayu ditancep ya tumbuh contoh Telo Kaspe yang banyak ditanam daerah pegunungan Klotok Kediri yang kering.


    Demikian Sangat Memuaskan para pendengar/penanya yang terdiri Guru, Dosen, S2, Pensiunan/Aktip Militer, Kiyai, Sesepuh Kejawen Bahkan Pelajar SMP,SMA, Mahasiswa/wi, dll. Tanggal 27 Maret 2003 Suasana Alun-Alun Doho Kota Kediri Jawa Timur Semarak, banyak masyarakat berjualan, Alunan Gamelan Gending Jawa Menyelimuti Kota Kediri bekas Kerajaan Besar Masa Lalu, Orang terbetot jiwanya seolah-olah hidup di Zaman Kerajaan masa lalu, Penduduk gembira telah Kedatangan Keturunan Sri Wilatikta Brahmaraja V lebih dikenal Eyang Suryo Raja Abiseka Majapahit dengan Gelar Sri Wilatikta Brahmaraja XI. Tamu dari Bali Raja Bali Mula Dewa Agung Putranata, Gusti Kadek Sutowo GM Hotel Paradiso / Penerima Ekonomi Award 2002, Jero Gede Subawa Camat Kuta Yang kena Bom Bali, Mangku dll. Pagi diadakan Ruwatan masal : Orang berduyun-duyun ikut Ruwatan diantaranya Utusan Walikota yang masih pakaian dinas KORPRI, Para Pendaptar Ruwatan sudah mendaptar jauh hari berpakaian serba putih,yang mendadak pakaian bebas, Bali pakaian adat Bali, Jawa Pakaian adat Jawa, R. Soewito Pemilik Hotel Bismo juga ikut Ruwatan. Air Suci juga dikelilingkan Kota Kediri dipercik kan membersihkan Kota [Habis Ruwatan Pesik Mania Kediri Juara Sepak Bola Nasional]


    Ruwatan berlangsung hingga malam hari bahkan Dalang berganti 3X. Gusti Kadek Sutowo mendapat Cindramata Keris Nagaraja Yang diserahakan Walikota Kediri, Jero Gede Subawa Dapat Cindramata Gada yang diserahkan DANDIM Kediri, Dewa Putranata Mendapat Cindramata Keris Naga Pengantin diserahkan KAPOLRESTA Kediri, Demikian dihormatinya Tamu dari Bali ini karena sejak Jaman Majapahit hingga kini dan Kapanpun tetap melestarikan Adat Para Leluhur yang juga dulu dilaksanakan di Kediri, dimana akhirnya Budaya ini tidak dilaksanakan lagi setelah Pemerintahan Islam Demak menguasai Kadiri, karena adat Majapapahit bertentangan dengan adat arab, ini bisa dibaca dalam kitab "Kalam wadi" terbitan Tan Koen Swie bahkan Masyarakat dan Pemerintah Kediri sudah mengesahkan sebagai "SEJARAH KADIRI" ini Hak Masyarakat dan Pemerintah Kediri, karena buku ini ilmiah masih bisa dilacak kebenarannya, Desa nya masih ada, Patung Totokkerot/Durga yang tangannya di "KEPRUK" Sunan Bonang masih ada Lengan kanannya Patah,belakangan dipugar Perbakala diangkat dan diberi Pondasi Tinggi hingga Masyarakat bisa melihat Kasunyatan Para Sunan yang menghancurkan Patung Leluhur Kadiri yang menurut adat Arab Musrik/Berhala/Tohut. Inilah acara Ruwatan Pertamakalinya Kota KADIRI, bahkan desa-desa di Kediri sebelum acara ini Para Sesepuh/pinisepuh Desa sudah mengadaka Bersih/Ruwat Deso jadi Karena tiap desa sudah bersih Giliran Hang Bhatoro Agung Sri Wilatikta Brahmaraja XI Raja Abiseka Majapahit di Daulat Meruwat Kota Bekas Kerajaan Kadiri yang kebetulan Leluhur Beliau Raja Terakhir Kadiri. Suatu Kejadian aneh dan Tanpa sengaja acara ini terlaksana dengan Sponsor : Harian MEMO [Jawa Pos], Pabrik Rokok Kretek,Toko-Toko Jalan Doho dll, Pengusaha Kerabat Tan Koen Swi, Radio Sri Aji Wijaya FM 94,2 Kediri, Pengusaha Tulung Agung, Pura Majapahit Jenggolo, dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu persatu , ini membuktikan bahwa Masyarakat Kediri masih mencintai Budayanya Yang Adiluhung.


    Sebenarnya acara Ruwatan Kota Kadiri ini diadakan setelah Puri/Puro/Griyo Hyang Bhatoro Agung Trowulan dilarang Kegitan, tapi hal ini masih belum diketahui masyarakat Kediri, untuk menghindari kemarahan pendukung Hyang Suryo di Kediri, jadi atas Kehendak Leluhur lah Acara ini bisa berlangsung, justru ada pengunjung dari Mojokerto hadir Oleh Hyang Bhatoro di suruh diam jangan ribut soal penutupan. Para Kyai Trowulan yang sempat menutup mendengar ini banyak yang berkilah dan membela Hyang Suryo dan menyebutkan Dalang-Dalang Penutupan. Karena sudah berlangsung sukses patutlah Sejarah ini dibuka untuk umum sebagai Berita Kasunyatan Kebesaran Narendra Utama Majapahit yang selalu berjuang melestarikan Budayanya sendiri, Setelah Ditutup Hyang Bhatoro gerak menghidupkan Budaya Ruwat/Bersih Deso di wilayah Kediri hingga terwujut Ruwatan Kota Kediri, disamping sering ke Bali, Akhirnya Rombongan Bali meneruskan Budaya Pemersatu Bangsa di Bali dengan Pameran Pusaka Majapahit, setelah menyaksikan Betapa Ramahnya Masyarakat Kadiri Leluhur Orang Bali yang tetap Melestarikan Adat nya biarpun dikepung adat Arab, Mereka toh Orang Jawa yang tidak lepas dari Jawanya. Dengan Melihat dengan Mata Kepala Sendiri Putranata meneruskan acara "Budaya Pemersatu Bangsa" di Bali yang juga mendapat perhatian Besar Masyarakat Bali yang masih melestarikan Adat Leluhur "Odalan, Caru Bali Mula, Ngenteg Linggih dll" Akhirnya Kakak Kandung nya Guru/Tapak'an Wijaya yang diramal Guru Sakti bahwa usia 30 tahun akan Bertemu Dewi "Tangan Seibu" itu yang harus di Sung Sung, dan benar akhirnya bertemu Sri Wilatikta Brahmaraja XI yang membawa Pratima Dewi Tangan Seibu yang mana telah diundang upacara 'Madewa Sraya" dan tiap Odalan pun selalu di Undan itu Pratima Dewi Tangan Seribu yang sekarang melinggih di Pura Ibu Majapahit Jimbaran Bali. Dtambahkan Buku Pura Tuluk Biyu menyebutkan "Sira Mpu Galuh Saking Wit Majapahit ini Membuktikan Bali Mula pun Majapahit. [Ditulis Team Furum Studi Majapahit, Para Saksi yang ikut Upacara]


    Tambahan Bukti Ilmiah: Hyang Bhatoro Agung Suryo Wilatiokto Kepalanya Pas Ketika Memakai Mahkota Majapahit yang dibawa Team Pelestari Budaya Majapahit Dunia, dimana Sudah dicoba Berbagai Tokoh Dunia /dalam negri bisa Kebesaran / kekecilan.[ sudah diberitakan Media berulang-ulang] dan banyak lagi contoh perjuangan Beliau Melestarikan Adat Leluhurnya sampai ditutup rumahnya oleh Segelintir ahli budaya Arab yang takut kembalinya Budaya Majapahit yang sudah diberantas 500 tahun yang lalu, biarpun Serbuan, Intimidasi, bahkan Bom tidak menyurutkan kiprah Hyang Bhatara tetap eksis membela Leluhurnya agar bisa tetap Odalan, Caru dll tetap berjalan. Dan Sukusesnya Acara Odalan / Srada yang memang tertulis dalam kitab Negarakertagama, Tan Koen Swie yang didapatkan Mangku Nokoprawira diawal 2009 membuktikan Bahwa Semua perjuangan itu membuat Senang Arwah Sri Rajapatni di Alam Budaloka sehingga melindungi Narendra Utama selama Bulan dan Surya Bersinar [Kepercayaan Sendiri yang sudah dibuktikan dan diakui Dunia, selain Orang Jawa yang fanatik Arab 1000 tahun yang lalu inipun hanya segelintir Orang yang kebetulan didukung Pejabat Jawa Pro Arab, mereka sudah tewas oleh ulahnya sendiri dicabut nyawanya oleh Dah Hyang Tanah Airnya yang dibencinya]



    Acara ini Di Shoting VCD, Bahkan Foto ini bisa ditanyakan Radio Budaya Sri Aji Wijaya FM Kediri, tentunya Dokumen masih ada di Juru Shoting. Juga Foto Walikota Kediri Bapak. Maschut Motong Tumpeng Ruwatan disaksikan Brahmaraja XI dipajang di Resepsion Hotel BISMO Kediri dimana tiap tamu hotel bisa melihat, juga masyarakat Kediri tahu semua tentang Berita Mahkota Majapahit Liberty malah Orng Kediri yang pertama melihat Liberty yang memasang Foto Brahmaraja yang tak asing bagi Warga Kediri, lansung Pura Ibu Majapahit Jimbaran Banjir Telepon karena Liberty belum nyampai Bali, Kediri sudah membacanya. Sampai=Sampai Ketika Ada Oprasi Kendaraan Bermotor di Jalan Raya Kertosono ketika Brahmaraja Berhenti Sang Polisi memberi hormat, dan mengakui Mengawal KAPOLRESTA Kediri menghadiri Ruwatan, Mobil Brahmaraja dipersilahkan melanjutkan perjalanan dan minta maap atas Gangguan tadi yang mengganggu perjalanan.******Bersambung  DISINI

    Telusuri Selengkapnya...


     
    2010